alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Warga segera Terima Uang Ganti Rugi Tol Solo-Jogja: Awas, Jangan Hedon

03 Desember 2020, 13: 59: 16 WIB | editor : Perdana

Musyawarah penetepan ganti rugi Tol Solo-Jogja di Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Selasa (1/12).

Musyawarah penetepan ganti rugi Tol Solo-Jogja di Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Selasa (1/12). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Musyawarah penetapan ganti rugi proyek Tol Solo-Jogja tahap I sudah menyasar enam desa. Meliputi Desa Kahuman, Sidoharjo, Polan, dan Kapungan, Kecamatan Polanharjo. Serta Desa Sidomulyo dan Mendak, Kecamatan Delanggu. Warga diingatkan untuk tak bergaya hidup hedon alias konsumtif setelah menerima uang uang ganti rugi proyek tol.

Penjabat sementara (Pjs) Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko menyebut, nominal ganti rugi yang diterima warga cukup besar. Dia meminta lahan milik warga berupa sawah lestari yang terdampak tol, ditukarkan dengan lahan persawahan juga. 

“Saya yakin masyarakat Klaten tidak kagetan. Buatlah perencanaan keuangan yang baik. Misalnya mau membuat usaha. Jika memiliki keterampilan menjahit, ya dibelikan mesin jahit. Jadi bisa diinvestasikan dalam bentuk lain dengan nominal setara dari aset yang hilang,” ucapnya.

Invstasi dari uang ganti rugi, lanjut Sujarwanto, bermanfaat untuk tabungan masa depan. Misalnya dibelikan rumah atau tanah baru. Ini untuk menghindari pihak tak bertanggung jawab yang mengincar uang ganti rugi tersebut. Ambil contoh menawarkan investasi bodong atau barang-barang yang tak terlalu bermanfaat.

“Ada yang merayu dan kesannya menawarkan. Sehingga menjadi konsumsi yang tidak jelas. Uang membuat orang mudah lupa. Istilahnya duit gendong lali (kalau sudah bawa uang sering lupa),” papar dia.

Purnomo, 55, warga Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo mengaku lahan persawahannya terdampak tol. Luasnya 2.267 meter persegi. Sesuai perhitungan tim appraisal, dia bakal menerima uang ganti rugi sekitar Rp 1,5 miliar dan langsung dicairkan bulan ini.

“Rencana saya mau beli tanah di Kota Solo. Mau saya bikin usaha kos-kosan. Saat ini saya sudah punya usaha kos-kosan juga di Salatiga. Ada delapan kamar,” ujar pria yang juga kadus I Pemerintah Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo tersebut.

Purnomo enggan mencari ganti lahan sawah lestari. Sebab, dia sudah memiliki sawah lestari di desa yang sama. Sekali panen, keuntungan yang didapatnya Rp 5 juta-Rp 10 juta. “Anak saya dua, semua kuliah. Satu di Solo, satu di Salatiga. Kan yang Salatiga sudah saya buatkan kos-kosan. Cuma yang di Solo saja belum ada,” bebernya. (ren/fer/ria) 

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news