alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Tetap Bisa Nyoblos, KPU Wonogiri Jemput Bola Pasien Isolasi Mandiri

04 Desember 2020, 07: 57: 23 WIB | editor : Perdana

Simulasi pengamanan TPS yang dilakukan di halaman Mapolres Wonogiri, kemarin (3/12)

Simulasi pengamanan TPS yang dilakukan di halaman Mapolres Wonogiri, kemarin (3/12) (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – KPU Wonogiri menyiapkan pelatihan teknis pemungutan suara pasien Covid-19 bagi petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) jelang pilkada. Hal itu untuk memfasilitasi penyaluran hak pilih bagi pasien Covid-19.

Seperti diketahui, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tetap mempunyai hak pilih dalam pilkada pekan depan. Hal itu tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam Corona Virus Disease (Covid-19) di Pasal 72 ayat 1. Kemudian diperkuat PKPU Nomor 18 Tahun 2020.

Ketua KPU Wonogiri Toto Sihsetyo Adi menjelaskan, dari PKPU tersebut diterangkan pasien rawat inap dapat memberikan suara di TPS yang berdekatan dengan rumah sakit. Sementara pasien rawat inap yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya di TPS terdekat, akan mendapatkan pelayanan pemungutan suara.

KPU dibantu dengan PPS bekerja sama dengan pihak rumah sakit akan melakukan pendataan pemilih paling lambat sehari sebelum pemungutan suara. Kemudian, KPU menugaskan PPK atau PPS menunjuk TPS terdekat. Ketua KPPS TPS menugaskan paling banyak dua orang, didampingi panwaslu kelurahan/desa atau pengawas TPS dan saksi dengan membawa perlengkapan pemungutan suara mendatangi tempat pemilih di rumah sakit.

”Untuk teknisnya nanti ada bintek khusus bagi anggota KPPS yang melayani pemilih di rumah sakit. Bintek dari dinas terkait. Kami akan koordinasi dengan satgas,” kata Toto.

Hal itu juga berlaku bagi pemilih yang tidak bisa keluar rumah sakit, seperti yang tengah menjalani isolasi mandiri. Toto menuturkan, sistem jemput bola akan dilakukan bagi pasien isolasi mandiri. Petugas yang mendatangi pasien terkonfirmasi positif bakal menggunakan alat pelindung diri (APD). Mulai dari hazmat, face shield, hingga sarung tangan latex.

”Petugas KPPS dengan persetujuan panwas dan saksi bisa menjemput, bisa didampingi panwas atau saksi. Potensi kontak langsung bakal diminimalkan,” kata Toto. 

Sementara itu, Polres Wonogiri menggelar tactical floor game (TFG) pengamanan tahap pemungutan suara dilanjutkan simulasi pengamanan TPS. Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing mengatakan, agenda tersebut untuk mengecek persiapan sebelum pilkada.

”Ini kegiatan bersama antara Polres Wonogiri dengan Kodim 0728/Wonogiri, satpol PP, dan linmas. Ini untuk menyamakan persepsi apa yang dilakukan di lapangan,” kata dia.

Kapolres menegaskan, semuanya harus mengetahui siapa berbuat apa, bagaimana penerapan protokol kesehatan di TPS. Selain itu, disimulasikan langkah-langkah pengamanan yang dilakukan apabila terjadi kerusuhan di saat pilkada.

”Kami harapkan semua personel bisa memahami latihan ini,” kata dia.

Polres Wonogiri mempersiapkan 600 personel guna mengamankan pesta demokrasi pekan depan. Dibantu TNI, satpol PP, dan linmas dengan total keseluruhan 1.100 personel.

”Kami harapkan semua masyarakat tak ragu datang ke TPS menyalurkan hak suaranya. Kami siap mengamankan, baik pengamanan kamtibmas dan juga penerapan protokol kesehatan di TPS,” tandasnya. (al/adi/ria) 

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news