alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Gerebek Tambang Ilegal, Kandangkan 6 Backhoe

04 Desember 2020, 13: 07: 29 WIB | editor : Perdana

BARANG BUKTI: Sejumlah alat berat atau backhoe yang disita dari tambang ilegal di Kecamatan Kemalang dan Jatinom, diamankan di Mapolres Klaten, kemarin (3/12).

BARANG BUKTI: Sejumlah alat berat atau backhoe yang disita dari tambang ilegal di Kecamatan Kemalang dan Jatinom, diamankan di Mapolres Klaten, kemarin (3/12). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Jajaran Polres Klaten tak sekadar gertak sambal menyikapi aktivitas penambangan ilegal di lereng Gunung Merapi. Apalagi status Merapi saat ini naik jadi siaga. Hasilnya, tambang ilegal di Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang dan Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom digerebek, medio November lalu.

Penggerebekan bersama jajaran Polda Jawa Tengah ini berawal dari laporan warga sekitar tambang. Keluhkan aktivitas tambang yang mengganggu lingkungan. Bahkan, dilakukan 24 jam nonstop.

Diawali di Desa Tlogowatu, menyusul Desa Bandungan. Penggerebekan dimulai pukul 23.00. Aparat kepolisian berhasil amankan enam unit backhoe atau alat berat dan tujuh unit truk di lokasi. Rinciannya, satu unit backhoe merupakan barang bukti sitaan Polres Klaten. Sedangkan lima lainnya barang bukti sitaan Polda Jateng.

“Seluruh barang bukti diamankan di Mapolres Klaten. Dari tujuh truk itu, yang tiga hasil penggerebekan Polda Jateng di Desa Tlogowatu. Sedangkan satu hari setelahnya Polres Klaten amankan dua truk,” terang Kasatreskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan, Kamis (3/12).

Andriansyah menambahkan, dua unit truk lainnya hasil penggerebekan Polda Jateng di Desa Bandungan. Terkait perkembangan kasus ini, jajaran Polres Klaten tidak mengetahuinya. Sebab langsung ditangani Polda Jateng.

Hasil penggerebekan Polres Klaten di Desa Tlogowatu. Ditetapkan seorang tersangka inisial D, 35, pemilik dan penanggung jawab tambang galian C tersebut. Dari kegiatan ilegal itu, tersangka mengeruk material berupa 20-100 rit pasir per hari.

“Meski tersangka, D tidak ditahan. Tersangka melanggar PP Nomor 24 Tahun 2018 terkait perizinan. Terancam hukuman 10 tahun penjara,” imbuhnya.

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu menyebut larangan penambangan di tengah ancaman erupsi Merapi tidak diindahkan. “Ternyata masih ada yang beroperasi, sehingga kami tangkap. Kami amankan alat berat dan truk pengangkut pasir yang diduga ilegal,” paparnya. (ren/fer)

(rs/fer/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news