alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Jateng Dihentikan

04 Desember 2020, 23: 57: 48 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Share this      

SEMARANG – Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Jawa Tengah (Jateng) telah dihentikan selama dua hari. Hal ini menyusul ditemukannya kasus Covid-19 oleh pelajar.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memang memerintahkan untuk menghentikan sementara uji coba PTM. Ia juga meminta kepada seluruh sekolah, termasuk boarding school yang tidak di bawah pengelolaan Pemprov Jateng untuk melakukan tes kepada seluruh pelajar.

"Saya belum tahu daftar terakhir. Kemarin saya dilapori di SMK Jateng ada yang terpapar, kemudian saya cek penularan dari mana. Ternyata ada dari gurunya. Sudah kami tutup dan saya suruh untuk tes semuanya. Kami minta untuk uji coba ditutup semuanya, sudah dua hari ini," kata Ganjar saat ditemui di Rumah Dinas Puri Gedeh, Jumat (4/12).

Munculnya sejumlah kasus pelajar yang terpapar Covid-19 itu, menjadi peringatan agar semua tetap berhati-hati dan waspada. Termasuk rencana penerapan PTM pada Januari 2021 mendatang. Sebab, sekolah yang menerapkan boarding school dengan pengawasan ketat saja masih ada potensi untuk penularan.

"Statement saya tidak akan berubah, semua akan bergantung pada kondisi. Bayangkan yang sudah kita siapkan saja, mereka berasrama, mereka tidak keluar, itu saja bisa tertular. Itu (penularan) ternyata dari orang yang keluar-masuk. Maka kita memang hati-hati betul dan ke Januari itu buat saya harus hati-hati. Termasuk yang di Jepara beberapa waktu lalu. Tutup, jangan lama-lama," katanya.

Lalu, bagaimana dengan rencana PTM yang akan dimulai Januari 2021? Menurut Ganjar, saat ini yang terpenting adalah menyiapkan dengan matang segala sesuatunya. Apalagi melihat kondisi yang masih belum begitu meyakinkan untuk pelaksanaan PTM.

"Kemungkinan besar belum kalau melihat pertumbuhan seluruh dunia masih begini. Apalagi yang ada di Jawa saja kayak gini. Lebih baik kita menyiapkan dan hati-hati soal ini," papar Ganjar.

Bahkan, dia juga meminta kepada sekolah di luar pengelolaan Pemprov Jateng untuk sama-sama berhati-hati. "Termasuk yang di luar pengelolaan langsung kita seperti di SMA Taruna Nusantara dan Pradipta Dirgantara saya minta untuk cek semuanya," ungkap Ganjar. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news