alexametrics
Sabtu, 23 Jan 2021
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

H-5 Pilkada, 18.629 Warga Belum Terima e-KTP, Ganjar: Proritaskan!

05 Desember 2020, 00: 26: 08 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Share this      

SEMARANG – Tinggal lima hari pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, masih ada 18.629 calon pemilih di Jawa Tengah yang belum mendapatkan KTP elektronik alias e-KTP. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintahkan pada kabupaten/kota untuk memprioritaskan warga yang belum mendapatkan e-KTP tersebut.

Hal itu disampaikan Ganjar, usai menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Rekapitulasi hasil Penghitungan pada Pemilihan Serentak di Hotel Patra Semarang, Jumat (4/12).

Laporan tersebut diterima Ganjar dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng Yulianto Sudrajat. Berdasarkan data, ada total sebanyak 18.629 calon pemilih atau warga yang belum mendapat e-KTP. Belasan ribu warga ini tersebar di 21 kota/kabupaten. 

Dua terbanyak yakni Klaten sebanyak 10.777 warga dan Kota Semarang 2.793 warga. Kemudian Purbalingga sejumlah 324 warga, Kebumen 704 warga, Purworejo 44 warga, Wonosobo 172 warga. Ada juga 74 warga di Boyolali, 48 warga di Sukoharjo, 739 warga di Wonogiri, 391 warga di Sragen, 158 warga di Grobogan. Lalu, Blora 56 warga, Rembang 190 warga, Demak 90 warga, Kabupaten Pekalongan 199 warga, Kabupaten Semarang 229 warga, Kendal 263 warga, Pemalang 279 warga, Kota Magelang 390 warga, Kota Solo 169 warga, dan Kota Pekalongan 540 warga.

"Yang krusial hari ini adalah calon pemilih atau warga ada yang belum mendapatkan ktp elektronik. Ini tadi langsung kami perintahkan seluruh kabupaten/kota agar memprioritaskan mereka-mereka yang belum mendapatkan KTP elektronik, cetak segera, tunggoni (tunggui)," ucap Ganjar usai Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Rekapitulasi hasil Penghitungan pada Pemilihan Serentak di Semarang, Jumat (4/12). .

Ganjar meminta kabupaten/kota untuk memberi laporan progres pencetakan e-KTP setiap harinya. “Semuanya cek langsung dan lapor ke gubernur tiap hari, perkembangannya di cetak berapa," tegas dia.

Sementara terkait kendala jaringan atau sinyal dan listrik saat pelaksanaan pilkada, gubernur juga telah meminta pada kominfo untuk memastikan pada pihak provider serta menghubungi pimpinan PT PLN. Meski begitu, dia tetap mengusulkan agar penyelenggara pilkada tetap menyiagakan genset di TPS.

Keluhan lain adalah munculnya laporan dari buruh yang menurut informasi diperbolehkan mencoblos, namun akan dipotong upahnya oleh perusahaan. Ganjar mengaku sudah mengetahui hal itu dan meminta pada dinas ketenagakerjaan untuk membuat surat edaran pada perusahaan agar tidak membatasi hak konstitusi para buruh.

"Tadi keluhan soal buruh. Nah buruh ini macem-macem, ada yang nyoblos tapi setelah itu dipotong (upahnya) ndak boleh. Maka saya minta nanti disnaker segera membuat surat edaran, pada seluruh perusahaan agar buruh bisa memilih karena ini hak konstitusinya. Selebihnya, Insyaallah sudah berjalan dengan baik dan kita memastikan untuk bisa berjalan," papar dia.

Di sisi lain, Sabtu ini (5/12) merupakan hari terakhir kampanye terbuka. Ganjar meminta pada partai politik dan pasangan calon kepala daerah untuk tidak menggelar kegiatan atau kampanye yang berpotensi membuat keramaian. Justru parpol maupun paslon diingatkan untuk secara sadar mencopot alat peraga kampanye (APK).

Kepada KPU, Ganjar pun meminta agar memanfaatkan hari-hari jelang pencoblosan untuk memasifkan sosialisasi hari pemilihan. Sehingga, masyarakat benar-benar tahu tata cara pencoblosan di tengah pandemi Covid-19.

Termasuk jangan sampai ada kerumunan saat rekap atau penghitungan suara. Calon saksi parpol pun semua harus telah menjalani rapid test.

"Maka seluruh calon siapkan saksi dengan baik dan tolong saksinya di-rapid, agar kemudian bisa memastikan bahwa yang datang itu memang sehat," pungkas Ganjar. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news