alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Terungkap, Penembakan Mobil Bos Tekstil oleh Ipar Dipicu Masalah Uang

05 Desember 2020, 00: 58: 54 WIB | editor : Perdana

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menunjukkan foto barang bukti yang diamankan bersama pelaku penembakan mobil bos tekstil.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menunjukkan foto barang bukti yang diamankan bersama pelaku penembakan mobil bos tekstil. (ISWARA BAGUS/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Polresta Surakarta mengungkap fakta baru dalam kasus penembakan mobil Alphard milik pengusaha tekstil yang terjadi di Jalan Monginsidi, Banjarsari, Rabu (2/12) lalu. Polisi yakin motif penembakan itu dipicu permasalahan bisnis.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menerangkan, motivasi tersangka LJ, 72, menembak mobil korban I, 72, sebanyak delapan kali adalah karena permasalahan bisnis yang terjadi beberapa tahun lalu. Berdasarkan hasil penyidikan, pada 2008 lalu tersangka mengagunkan aset tanah dan bangunan miliknya ke pihak bank. Lantaran tidak bisa membayar kewajiban angsuran, pihak bank akhirnya melelang aset tanah dan bangunan milik tersangka. 

"Lelang pada saat itu dimenangkan oleh korban senilai Rp 10 miliar," kata Ade Safri dalam konferensi pers di Mapolresta Surakarta, Jumat (4/12).

Namun, rupanya tersangka mendapat informasi melalui beberapa rekannya bahwa aset tanah dan bangunan tersebut sebenarnya bisa bernilai sampai Rp 26 miliar. Pada 2016, tersangka pun mengungkit permasalahan tersebut kepada korban, yang tak lain adalah kakak iparnya. 

"Inilah yang kemudian diklaim tersangka sebagai utang yang harus dibayar oleh korban terhadap tersangka sebesar Rp 16 miliar. Padahal dengan diagunkannya aset tanah dan bangunan milik tersangka, dan kemudian dimenangkan oleh korban, sebenarnya hubungannya itu sudah tidak ada," sambung dia.

Berdasarkan hasil penggeledahan di rumah tersangka di Kecamatan Jebres, polisi menemukan senjata api (senpi) laras panjang merek SNW berikut satu magazin kosong dan tiga kotak amunisi tajam peluru kaliber 22 mm. Masing-masing kotak amunisi berisi 42 butir kaliber 22 mm filosif standar, 50 butir amunisi peluru tajam kaliber 22 mm standar plus, dan 43 butir kaliber 22 mm hallow point. 

"Hasil penggeledahan ini sudah diserahkan ke Wasendak Dit Intelkam Polda Jateng," papar kapolresta.

Tersangka LJ kini ditahan di Rutan Polresta Surakarta dan dikenakan Pasal 340 KUHP junto Pasal 53 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. "Adanya rencana tindak pidana pembunuhan yang mana belum sempat terjadi. Ini bukan karena itikad kemauan pelaku. Tapi karena reaksi dari saksi yang pada saat itu melajukan kendaraannya untuk menghindari tembakan pelaku," tutup dia. (ves/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news