alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

IBL Januari, Liga 2 Waiting List Februari

Kemenpora Optimistis Desember Vaksin Siap

06 Desember 2020, 09: 05: 59 WIB | editor : Perdana

MEGAH: Stadion Manahan siap jadi salah satu tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

MEGAH: Stadion Manahan siap jadi salah satu tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kementerian pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ternyata cukup optimistis ajang Piala Dunia U-20 yang akan digelar Mei 2021 bisa berjalan lancar. Harapan publik kejuaraan dunia ini bisa ditonton oleh publik tentu cukup besar.

Kemenpora bahkan sudah mengirimkan surat rasa optimistis Indonesia untuk tuan rumah Piala Dunia U-20. “Pak menpora (Zainudin Amali) mengirimkan surat ke Presiden FIFA, Gianni Infantiono. Isi suratnya terkait rangkaian Piala Dunia. Salah satu itemnya adalah mulai Desember vaksin akan di-delever. Bisa dibayangkan jika Desember sudah di-delever, bagaimana bulan setelahnya. Positif kami vaksin sudah bisa tersalurkan, andai Desember sudah di-delever,” terang  Sekretaris Menpora, Gatot S Dewa Broto.

Selain Piala Dunia, sejatinya ada beberapa event besar di Indonesia yang harapannya bisa terselenggara tahun depan. Seperti laga lanjutan kompetisi sepak bola Liga 1 dan Liga 2. Termasuk juga wacana bergulirnya Indonesian Basketball League hingga kompetisi bola voli Proliga. Selain itu di Papua akhir tahun  juga akan diselenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Olahraga Paralimpik Nasional (Peparnas). 

“Untuk liga sepak bola harapannya bisa digelar. PSSI kabarnya kompetisi (Liga 1 dan Liga 2) digelar  Februari tapi kami belum dapat informasi lebih lanjut,” tuturnya.

“Yang sudah mendeklarasi diri malah kompetisi basket IBL. Yang mana IBL sudah resmi melaporkan mulai 15 Januari siap bergulir. Itu klir, karena sudah ada surat resminya. Kenapa mereka sudah mendeklarasikan diri, karena itu itung-itungan Desember vaksin sudah di-deliver,” sambungnya.

Pihaknya juga mengakui, sejatinya FIFA memang tidak menanyakan secara  langsung kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia.

”Surat yang pak menteri kirim e FIFA tentu bukan intervensi pemerintah, walaupun yang tanda tangan menpora.  Ini hanya bentuk ungkapan kesiapan Indonesia untuk Piala Dunia. Kami juga serahkan data ke WHO soal potensi kesembuhan kita yang lebih baik dari rata-rata dunia. Tingkat terpapar Indonesia juga lebih rendah rata-rata dunia,” ujarnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news