alexametrics
Sabtu, 23 Jan 2021
radarsolo
Home > Nasional
icon featured
Nasional

Ujang, Petani Milenial Sukses Asal Bandung Jadi Insipari di WJFAS 2020

11 Desember 2020, 13: 00: 42 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri), Kepala Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Herawanto (tengah) memberikan penghargaan kepada Perwakilan Kelompok Ternak Cijoho (kanan) di sela-sela WJFAS 2020 di Kota Bandung, Kamis (11/12).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri), Kepala Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Herawanto (tengah) memberikan penghargaan kepada Perwakilan Kelompok Ternak Cijoho (kanan) di sela-sela WJFAS 2020 di Kota Bandung, Kamis (11/12).

Share this      

BANDUNG – Ujang Margana, 27, tak pernah ragu berprofesi sebagai petani. Usai lulus sebagai sarjana pendidikan pada 2015, dia langsung bergelut dengan tanah dan cangkul.

Ujang memahami bahwa pertanian di tanah kelahirannya, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, memiliki potensi yang luar biasa. Lahan pertanian bawang merah milik ayahnya coba digarap dengan sebaik-baiknya. 

”Sejak kecil memang sudah sering diajak untuk bertani. Saat kuliah pun, sebelum pergi ke kampus, pergi dulu ke kebun untuk mengurus tanaman di sana,” kata Ujang di sela-sela West Java Food & Agriculture Summit (WJFAS) 2020 di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kamis (10/12). 

Dalam memulai mengurus lahan pertanian, Ujang mengaku, ada banyak hambatan yang ditemui. Namun, dia tak menyerah. Dia rangkum satu per satu hambatan yang ada. Setelah terkumpul, dipelajari dan coba cari solusinya. 

Tak lama setelah mendapat gelar sarjana, Ujang bersama sang kakak dan petani lainnya berupaya mendorong sektor pertanian di sekitar tempat tinggalnya. Salah satunya membentuk Kelompok Tani Tricipta. 

Tricipta menjadi ruang bagi petani-petani di sekitar tempat tinggalnya untuk meningkatkan produksi, dan mengatasi kendala yang kerap hadir dalam kegiatan usaha tani. 

Perlahan tapipasti, pertanian di sekitar tempat tinggal Ujang berkembang. Kesempatan Ujang dan Kelompok Tani Tricipta untuk mengembangkan pertanian terbuka lebar saat harga bawang merah, yang menjadi komoditas unggulan Kelompok Tani Tricipta, mengalami lonjakan di tingkat konsumen. 

Saat itu, pemerintah pusat melalui Bulog dan Kementerian Pertanian membuka pintu bagi kelompok tani dan petani untuk memasok bawang merah demi memenuhi kebutuhan konsumen dan menstabilkan harga.

Kesempatan itu tidak Ujang sia-siakan. Ia coba menginisiasi Kelompok Tani Tricipta untuk berkontribusi dan membantu pemerintah menstabilkan harga bawang merah.

”Dengan sosialisasi yang penuh kekeluargaan dan memberi pemahaman yang terbuka kepada anggota dan sesama pengurus, akhirnya secara gotong royong bersama seluruh anggota Kelompok Tani Tricipta memasok 150 ton bawang merah kepada Bulog,” ucapnya.

Sejak itu, Ujang terus mengembangkan pertanian komoditas bawang merah. Awalnya ia menggarap lahan seluas 1 hektare. Bawang merah yang dihasilkan dalam sekali panen mencapai 10 ton. Keuntungan yang ia dapat sekitar Rp 53 juta. 

Ujang dan Kelompok Tani Tricipta juga mengembangkan kegiatan penangkaran benih dan menjadi satu-satunya produsen benih bawang merah di Kabupaten Bandung. 

Ujang rutin mengikuti bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). 

Selain itu, Ujang pun mendapatkan bantuan teknologi pertanian. Salah satunya alat menyiram dari Pemprov Jabar. Dari situ, Ujang mampu membudidayakan bawang merah dengan optimal. 

”Yang terpenting bagi petani adalah akses pasar. Pemerintah, baik pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Bandung, dan Pemprov Jabar sering membantu membuka akses pasar,” kata Ujang. 

Jika sudah mendapatkan pasar, kata Ujang, pertanian menjadi sektor yang menarik untuk berkarir. Saat ini, lahan pertanian bawang merah Ujang sudah mencapai 30 hektare. 

”Saya punya moto hidup yakni menjadi petani cerdas, mandiri, cepat, dan lestari. Saya kira, pertanian menjadi sektor yang menjanjikan untuk generasi muda,” ucapnya. 

”Saya pun mengajak generasi muda untuk menjadi petani. Selain menjamin masa depan dengan pendapatan yang besar, kita dapat berkontribusi pada ketahanan pangan dan melestarikan lingkungan,” imbuhnya.

Bawang merah hasil panen Ujang pun dipamerkan dalam West Java Food & Agriculture (WJFA) Summit 2020. Acara tersebut digelar oleh Pemda Provinsi Jabar bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Kamis (10/12). 

Dalam WJFAS 2020, dilakukan high level meeting dan pertemuan petani Jabar dengan off taker komoditas pertanian. Dengan terbukanya pasar domestik maupun global, Pemprov Jabar berupaya mengubah wajah pertanian menjadi segar agar generasi milenial tertarik menggarap sektor pertanian. (rls/yun/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news