alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Libur Akhir Tahun, Objek Wisata Umbul & Candi di Klaten Tetap Buka

19 Desember 2020, 08: 14: 47 WIB | editor : Perdana

Water Park di kawasan Umbul Pluneng, Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Klaten.

Water Park di kawasan Umbul Pluneng, Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Sejumlah objek wisata di Klaten tetap buka pada libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru). Namun, jumlah pengunjung tetap dibatasi dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. 

“Kami mengacu pada surat edaran (SE) dari gubernur dan sudah ditindaklanjuti dengan SE (surat edaran) yang ditandatangani sekda. Tetap kami buka, tetapi harus taat protokol pencegahan Covid-19. Terutama pengunjung dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten Sri Nugroho.

Sri Nugroho mengatakan, pembatasan 50 persen dari kapasitas pengunjung merupakan standar operasional persedur (SOP) yang sudah diterapkan selama ini. Guna memastikan pengelola wisata mematuhi protokol pencegahan Covid-19 akan terus dilakukan pengawasan. Termasuk koordinasi dengan pihak terkait guna mencegah persebaran Covid-19 di kawasan wisata.

Wisatawan diminta disiplin dalam menerapkan prokes ketika berwisata. Mulai dari menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun hingga jaga jarak. Harapannya dengan penerapan prokes ketat ini tidak muncul klaster objek wisata.

“Saat ini ada 58 objek wisata yang dikelola BUMDes (badan usaha milik desa) sudah buka. Sedangkan objek wisata lain ada sembilan tetapi belum seluruhnya buka. Khususnya untuk wisata umbul yang dikelola pemkab masih perlu dibenahi sesuai SOP pencegahan Covid-19,” jelas Sri Nugroho.

Objek wisata yang buka tidak hanya alam dan air, tetapi juga candi. Seperti Candi Plaosan, Sojiwan, dan Merak yang dikelola pemkab tetap buka. Namun, selama pandemi Covid-19 kunjungan wisatawan tidak lebih dari 100 pengunjung. 

“Paling di kisaran 70 hingga 90 orang saja. Terutama di akhir pekan. Memang Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa,” jelasnya.

Keputusan tetap membuka objek wisata pada libur Nataru ini mendapat respons dari pengelola objek wisata. Salah satunya pengelola objek wisata Umbul Pluneng, Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum yang telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Mereka melakukan pengawasan guna memastikan pengunjung menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Direktur BUMDes Tirta Sejahtera Agus Hariyanto mengungkapkan, menghadapi libur Nataru memang lebih memilih fokus pada kesiapan protokol pencegahan Covid-19 daripada promosi besar-besaran. Selain menerapkan 3M (pakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), pengunjung juga dicek suhu tubuh dan skrining awal dengan pengisian formulir.

“Kami juga membatasi pengunjung Umbul Pluneng hanya 300 wisatawan setiap kunjungan. Meski sebenarnya kami bisa menampung maksimal hingga 700 wisatawan,” jelasnya.

Dia berharap dengan penerapan prokes ketat pengunjung yang datang bisa tersaring. Terutama mereka yang datang memang ingin berenang menikmati segarnya air alami umbul. (ren/bun/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news