alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Lagi, Perlintasan Kereta Api Sebidang di Sragen Renggut Nyawa

19 Desember 2020, 09: 47: 34 WIB | editor : Perdana

Polisi mengevakuasi jasad pengendara motor yang tewas usai tertabrak kereta api di Kaponan, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, kemarin (18/12).

Polisi mengevakuasi jasad pengendara motor yang tewas usai tertabrak kereta api di Kaponan, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, kemarin (18/12). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Kecelakaan maut kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Sragen. Kali ini korban meninggal seorang pengendara sepeda motor. Korban tertabrak kereta di perlintasan tanpa palang di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, kemarin (18/12).

Informasi yang dihimpun, tabrakan itu terjadi di Km 258 atau di Dusun Kaponan RT 03, Desa Jetak, sekitar pukul 08.07. Perlintasan itu memang tidak berpintu dan tidak dijaga.

Kecelakaan melibatkan KA Pertamina CC 2017805 dengan sepeda motor Supra X bernomor polisi AD 4583 FN yang dikendarai Sasmo Dikroma alias Suraji, 70, warga Purwosari RT 07, Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang.

Kejadian bermula ketika korban berniat menyebrang rel kereta api dari arah selatan. Sedangkan kereta yang membawa gerbong minyak yang dikemudikan masinis Sefi Widayat beserta asisten masinis Raga Cendana berasal dari arah timur. Korban terlalu dekat dengan rel kereta, sehingga kecelakaan tersebut tak bisa dihindarkan.

Kapolsek Sidoharjo AKP Agung Ari Purnowo menyampaikan, korban meninggal dunia di tempat. ”Ketika korban di tengah perlintasan, ada kerata api Pertamina yang melintas dan menabrak korban hingga meninggal dunia,” terang Agung mewakili Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi

Agung menambahkan, korban setiap harinya beraktivitas menyeberangi perlintasan kereta api tanpa palang tersebut. Jalan tersebut merupakan aksesnya membeli ampas tahu untuk pakan sapi miliknya. Sementara palang tersebut tidak ada petugas yang menjaga.

”Palang kereta api ini tidak ada petugas yang menjaga, hanya rambu saja,” terangnya.

Menindaklanjuti kecelakaan itu, Agung menyampaikan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Sragen.

”Kalau tanpa palang seperti ini memang harus ada solusi dari pemerintah daerah. Kami melaporkan ke pimpinan saja,” ujar Agung.

Kepala desa (Kades) Jurangjero Prantiyono turut berduka dengan kejadian tersebut. Dia mengenal korban sebagai orang yang baik.

”Saya satu dukuh dengan almarhum. Beliau setahu saya tidak ada masalah pendengaran. Kebiasaan beliau melintas di rel itu untuk mengambil pakan sapinya,” terang Prantiyono.

Seperti diketahui, kecelekaan di perlintasan sebidang baru saja terjadi Minggu (13/12). Kereta api menabrak mobil patroli polisi di Kalijambe. Akibatnya dua anggota polisi dan seorang TNI meninggal. (din/adi/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news