alexametrics
Rabu, 03 Mar 2021
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Peserta Seleksi Perangkat Desa Kemiri Lapor Ombudsman: Tak Transparan

22 Desember 2020, 21: 57: 45 WIB | editor : Perdana

Peserta seleksi perangkat desa selesai mengikuti ujian CAT di Unsa, Kamis (17/12).

Peserta seleksi perangkat desa selesai mengikuti ujian CAT di Unsa, Kamis (17/12). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Sejumlah peserta seleksi perangkat desa (perdes) Kemiri, Kecamatan Kebakkramat menuding jalannya seleksi tidak transparan. Mereka mengadu ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Senin (14/12).

Salah seorang peserta Arif Wahyudi mengungkapkan, pelaksanaan computer assisted test (CAT) di Universitas Surakarta (Unsa) pekan lalu, belum memenuhi unsur transparansi. Sehingga menimbulkan asumsi adanya kecurangan.

”Saat seleksi pihak pelaksana tidak menampilkan layar atau TV monitor yang memperlihatkan keseluruhan nilai secara real time atas ujian yang telah dikerjakan,” terang Arif, Selasa (22/12).

Padahal, menurut Arif, keberadaan perangkat itu penting bagi peserta untuk melihat pencapaian nilai hasil ujian maupun peserta lain. Dengan begitu, peserta akan benar-benar legawa menerima hasil karena ditampilkan secara terbuka begitu ujian selesai.

”Apa gunanya sistemnya pakai CAT, tapi peserta tidak bisa tahu secara langsung nilai peserta lain begitu ujian selesai. Tentu menimbulkan tanda tanya pada kami, ada apa ini?” ucap Arif yang mengikuti seleksi jabatan kepala Dusun Kramat, Desa Kemiri.

Tak hanya itu, masalah lainnya adalah tidak sinkronnya soal dan jawaban dalam tes CAT. Serta problem dalam server.

”Ada beberapa soal cacat, di mana antara persoalan yang ditanyakan dengan pilihan jawaban enggak sinkron alias enggak nyambung. Kemudian server sempat down kurang lebih 10 menit. Itu ketika waktu pengerjaan soal memasuki menit ke-60. Dia menyayangkan waktu yang tersita cukup lama itu, tapi pengawas tidak memberi dispensasi penambahan waktu,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Rizky Meyta Kumala. Dia menjelaskan, saat seleksi pihak pelaksana tidak ketat melakukan screening terhadap peserta yang kedapatan masih bisa membawa smartphone di dalam lokasi ujian. Pihaknya merasa heran dengan pernyataan pengawas ujian yang tidak memperbolehkan peserta mencatat nilai yang terlihat usai peserta menyelesaikan ujian dan submit.

”Ada yang masih membawa handphone, kemudian nilai yang muncul pun cuma dua detik lalu menghilang,” ucapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Karanganyar Agus Heri Bindarto mengklaim seleksi perdes tidak ada kendala. Bahkan saat ditanya sejumlah calon peserta yang mengirimkan surat ke ombusman, Agus mengaku pelaksanaan untuk seleksi perangkat tetap berlanjut.

”Tidak ada kendala, bagi desa yang sudah melaksanakan ujian silakan untuk melakukan pelantikan. Silakan untuk bisa dilanjutkan, tidak ada masalah,” paparnya.

Sebagai informasi, seleksi perdes tahun ini untuk mengisi 147 jabatan di 92 desa di 16 kecamatan. Total ada 960 pendaftar yang ikuti seleksi. (rud/adi/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news