alexametrics
Rabu, 03 Mar 2021
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Kebakaran Rumah Kos Singopuran yang Tewaskan 3 Orang Dipicu Open Flame

26 Desember 2020, 19: 10: 06 WIB | editor : Perdana

Petugas saat melakukan evakuasi kebakaran di rumah kos Dusun/Desa Singopuran, kemarin.

Petugas saat melakukan evakuasi kebakaran di rumah kos Dusun/Desa Singopuran, kemarin. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Polres Sukoharjo mengungkap pemicu kasus kebakaran rumah kos berlantai dua di Dusun/Desa Singopuran, Kartasura, yang menewaskan tiga orang, Jumat (25/12). Kebakaran diduga kuat berasal dari open flame atau nyala api terbuka. Hanya saja, penyidik masih mendalaminya.

"Open flame itu api yang menyala di ruang terbuka. Ada pemantiknya lalu dengan cepat menyebabkan kebakaran. Tapi penyebab open flame ini apa, belum diketahui. Masih didalami," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Sabtu (26/12)

Jumlah korban kebakaran dipastikan ada tiga orang, terdiri dua perempuan dan satu laki-laki. Dua korban ditemukan di lantai bawah dan satu korban lainnya di lantai atas. Diduga mereka terjebak asap api.

"Hasil autopsi, mereka tidak ada bekas-bekas penganiayaan maupun (bekas pukulan) benda tumpul. Penyebab kematian karena kehabisan oksigen, mati lemas," terang kapolres.

Semula, identitas korban laki-laki belum diketahui lantaran sesaat setelah kejadian jasad korban sulit dikenali. Kondisinya hangus tanpa ditemukan kartu tanda identitas apapun di tempat kejadian perkara (TKP).

"Saat ini identitas korban laki-laki sudah diketahui bernama Eksa Pratama, 21, seorang mahasiswa yang beralamat di Sawit, Boyolali," ungkap kapolres.

Seluruh korban merupakan penghuni kamar di lantai atas yang khusus untuk kos-kosan. Total ada 10 kamar di lantai atas. Sementara pemilik rumah bernama Suwarji Teguh Santosa bersama empat anggota keluarganya menempati lantai bawah.

"Kalau identitas dua korban dari awal sudah diketahui. Yakni dua perempuan bernama Yulia, 20, warga Ngawi Jatim dan Dewi Aisyiah, 19 , juga warga Pekalongan," sambung kapolres.

Untuk kerugian material, kapolres menyebut berupa sepeda motor berjumlah enam unit dan satu unit sepeda kayuh. Bahkan, ada satu sepeda motor yang hanya menyisakan rangka. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

"Untuk hasil pengungkapan penyelidikan secara keseluruhan, nanti resminya menunggu labfor seminggu lagi," pungkas kapolres. (kwl/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news