alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Tak Ada Perayaan, Bupati Boyolali: Tahun Baru Anggap Saja Listrik Mati

28 Desember 2020, 05: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Bupati Boyolali Seno Samodro.

Bupati Boyolali Seno Samodro.

Share this      

BOYOLALI – Pemandangan berbeda bakal tersaji pada malam pergantian tahun di Boyolali. Jika tahun-tahun sebelumnya disemarakkan ingar-bingar panggung hiburan dan pesta kembang api, tahun ini beda. Malam tahun baru tanpa perayaan.

Hal itu ditegaskan Bupati Boyolali Seno Samodro. Seno memutuskan untuk meniadakan perayaan tahun baru di Kota Susu. Ini bertujuan mencegah kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

“Jangan salahkan, ini karena corona. Tahun baru anggap saja listrik mati. Mau wayangan tidak berani, mau pesta kembang api juga dilarang karena akan ada kerumunan. Anggap saja gelap gulita. Tidak ada apa-apa. Lha wong (Habib) Rizieq (Shihab) mantu wae dadi perkoro, opo maneh bupati (Habib Rizieq hajatan mantu saja jadi masalah, apalagi bupati),” ucap Seno.

Sebagai catatan, tiap malam pergantian tahun Pemkab Boyolali membuka panggung hiburan di sejumlah titik. Selain pergelaran wayang kulit semalam suntuk, juga dihadirkan artis-artis ibu kota. Termasuk hiburan musik berbagai genre dan sebagainya.

Sekda Boyolali Masruri menambahkan, liburan akhir tahun periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini mengakibatkan pergeseran penduduk. Ada yang sekadar liburan, namun tak sedikit yang mudik. Guna mencegah penularan Covid-19 dari kalangan aparatur sipil negara (ASN), dia meminta agar menunda dulu rencana keluar daerah.

“Kami berharap tidak usah mudik. Terutama untuk ASN. Usahakan semaksimal mungkin tinggal di rumah saja,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Boyolali Sunarno mengatakan, upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dilakukan melalui patroli wilayah. Sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Nomor 443/0011504. Patroli digeber sejak 18 Desember hingga 8 Januari.

“Merespons SE Gubernur Jateng yang melarang menggelar perayaan tahun baru, terutama di tempat wisata. Kami bersama TNI/Polri secara rutin sudah patroli,” ujarnya. 

Tak hanya objek wisata, satpol PP juga pelototi hotel dan restoran. Dilarang menggelar perayaan malam tahun baru. “Di samping itu, operasi yustisi tetap kami lakukan tiga kali sehari. Di-back up TNI/Polri. Pagi sekitar pukul 09.00, serta sore pukul 15.00 dan 16.00. Tidak hanya razia di tempat, kami juga lakukan pengawasan mobile,” tandasnya. (wid/fer/ria) 

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news