alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Sembuh, Mantan Pasien Covid di Sragen Gelar Aksi: Jalan Kaki 10 Km

29 Desember 2020, 06: 29: 38 WIB | editor : Perdana

Sejumlah mantan pasien Covid-19 tunaikan nazar jalan kaki 10 km.

Sejumlah mantan pasien Covid-19 tunaikan nazar jalan kaki 10 km. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Sejumlah warga Sragen berstatus mantan pasien Covid-19 yang pernah dirawat di Technopark Ganesha Sukowati Sragen menggelar aksi. Mereka melakukan sujud syukur dan jalan kaki 10 kilometer (km) sampai ke rumah masing-masing.

Para mantan pasien Covid-19 dari berbagai desa di Sragen itu berkumpul di technopark, kemarin (28/12) pagi. Mereka membawa kertas poster yang ditempel di dada, yang bertuliskan sejumlah kalimat motivasi dan ungkapan senang telah sembuh Covid-19.  Seperti tulisan 'Mohon Terima Kami Bermasyarakat' atau kalimat 'Bersyukur Telah Bersahabat dengan Covid-19'.

Nazar jalan kaki awalnya diinisiasi tiga pasien yang sembuh. Sugino Syaifullah, 43, warga Dusun Banyuning, Desa Singopadu, Kecamatan Sidoharjo menuturkan, aksi jalan kaki bersama dua temannya sebagai ungkapan syukur karena sudah sembuh dari Covid-19. Ia akan jalan kaki sekitar 10 kilometer dari technopark ke rumahnya.

”Penanganan sangat baik dan bersyukur akhirnya bisa sembuh dari Covid-19. Ini nazar kami kalau sembuh nanti mau jalan kaki dari technopark sampai rumah,” ungkapnya.

Dirinya berharap masyarakat bisa lebih menaati protokol kesehatan dengan menerapkan 3M. Yaitu menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Pria yang berprofesi sebagai pekerja swasta ini mengatakan, dirinya diisolasi tujuh hari di Technopark Sragen, dan empat hari di rumah saat menunggu hasil swab test. Selama isolasi di technopark,  penanganan sangat baik dan bersyukur dirinya terbebas dari Covid-19.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen Hargiyanto menjelaskan, sesuai pedoman Covid-19 Revisi V dari Kemenkes, pasien diisolasi 10 hari di technopark. ”Tanpa gejala bisa isolasi di rumah, tanpa follow up PCR. Jika dengan gejala PCR sekali,” ujar Hargiyanto.

Dia menambahkan, sebagai pedoman dilakukan isolasi selama 10 hari. Dengan harapan virusnya melemah dan tidak berpotensi menularkan. Namun, untuk berjaga-jaga tetap diminta isolasi mandiri sepekan. ”Dalam jurnalnya, setelah 10 hari virus melemah. Agar lebih bakoh, saya sarankan isolasi lagi sepekan. Walaupun aturan dari Kemenkes hanya 10 hari ini,” terang dia.

Disinggung soal peningkatan Covid-19 pada akhir-akhir ini, diakui Hargiyanto tidak lepas dari perilaku masyarakat sendiri. ”Sekarang coba dilihat orang punya kerja banyak yang tidak pakai masker,” bebernya.

Sementara itu, hingga Senin (28/12), pasien yang masih isolasi mandiri karena positif dan tanpa gejala di technopark sejumlah 121 orang. Disebutkan Hargiyanto, tingkat kesembuhan per hari bisa mencapai 40 orang. (din/nik/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news