alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Belasan ASN BKP2D Boyolali Reaktif Rapid Antigen, Kantor Ditutup

29 Desember 2020, 19: 01: 37 WIB | editor : Perdana

Layanan di BKP2D Boyolali ditutup sementara karena belasan pegawainya reaktif.

Layanan di BKP2D Boyolali ditutup sementara karena belasan pegawainya reaktif. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI - Belasan aparatur sipil negara (ASN) di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Kabupaten Boyolali reaktif berdasarkan rasil rapid test antigen. Kantor pun ditutup sementara mulai Senin (28/12).

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Kesejahteraan BKP2D Boyolali Yogo Nugroho mengungkapkan, awalnya ada satu pegawai yang terindikasi terkena Covid-19. Hal ini kemudian dilaporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali agar ditindaklanjuti.

“Pada Senin lalu (21/12) terindikasi satu pegawai reaktif. Kemudian Selasa (22/12), dilakukan rapid test antigen,” kata Yogo, Selasa.

Rapid test antigen oleh Dinkes Boyolali ini menyasar seluruh pegawai dan mahasiswa yang tengah magang di kantor tersebut. Hasilnya, dari 34 orang yang di-rapid antigen, 16 orang di antaranya dinyatakan reaktif. Terdiri dari 15 orang pegawai BKP2D dan satu mahasiswa magang.

Mereka diminta menjalankan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Kantor juga ditutup sementara dan dilakukan disnfeksi oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali.

Selanjutnya, hari ini (28/12) pegawai yang reaktif tersebut dites swab di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Boyolali. “Keluarga dari pegawai yang reaktif rapid antigen, seperti suami atau istri dan anaknya juga dilakukan swab,” katanya.

Yogo menambahkan, akibat kejadian ini, untuk sementara kantor BKP2D ditutup. Meski begitu, pihaknya masih memberikan pelayanan kepada pegawai dengan membuka loket di teras kantor.

Hal itu untuk mengantisipasi adanya ASN yang butuh pelayanan mendesak seperti dokumen dan sebagainya. “ Untuk konsultasi juga masih kami layani. Tapi terbatas. Karena sebagian ASN juga masih masuk,” pungkasnya. (wid/ria)


(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news