alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

KUK Jabar Siap Pasok SDM ke NTB, Tatap Prospek Event MotoGP Mandalika

29 Desember 2020, 20: 24: 48 WIB | editor : Perdana

Penandatanganan MoU Jabar-NTB Connection Gubernur Jabar Ridwan Kamil (kiri) dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Penandatanganan MoU Jabar-NTB Connection Gubernur Jabar Ridwan Kamil (kiri) dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Share this      

BANDUNG – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat menyambut baik penandatanganan memorandum of understanding (MoU) Jabar-NTB Connection yang dilakukan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah, belum lama ini. Bahkan, mereka langsung melakukan penjajakan kerja sama dengan dinas terkait di NTB. 

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat (Jabar) Kusmana Hartadji mengaku, kerja sama yang juga didukung bank bjb itu akan menjadi loncatan kedua daerah ke level internasional.  

”Jelas ini akan meningkatkan daya saing Jawa Barat dan NTB ke level internasional. Dengan adanya event MotoGP di Mandalika, pemasaran produk Jawa Barat dan NTB akan terangkat,” ungkap Kusmana. 

Pria yang akrab disapa Tutus itu mengatakan, proyeksi bisnis Pemprov Jabar sangat serius melihat potensi event internasional di Mandalika. Hal ini seiring dengan sudah resminya Sirkuit Mandalika Indonesia masuk dalam kalender sementara ajang balap motor Superbike Dunia, Motul FIM World Superbike Championship (WSBK) untuk 2021.

Sejatinya, Sirkuit Mandalika hanya berstatus sebagai venue cadangan di MotoGP 2021. Namun di ajang World Superbike, sirkuit itu resmi menjadi tuan rumah WSBK seri ke-11 yang dijadwalkan pada 12-14 November 2021. Balapan di Indonesia ini akan berlangsung sebelum seri di Sirkuit Philip Island, Australia. 

”Jabar tentu harus memanfaatkan sebaik mungkin event tersebut untuk pemasaran UMKM, khususnya di bidang ekraf dan fashion,” ujarnya.

Disinggung mengenai teknis transfer knowledge dalam kerja sama tersebut, Tutus menerangkan, pelatihan bisa dengan mendatangkan instruktur UMKM dari Jabar ke NTB. Atau memagangkan pelaku UMKM NTB ke Jawa Barat untuk belajar meningkatkan kapasitas dan kualitas produknya.

”Bisa produknya dibuat di Jabar, tapi assembling atau finishing-nya di NTB. Kan bisa begitu. Yang pasti, kedua daerah ini saling termanfaatkan mulai dari sisi SDM hingga produknya,” ujar dia. 

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga membawa dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jabar, yakni PT Jaswita dan bank bjb untuk dilibatkan memetakan pembiayaan dan memanfaatkan teknologi. Sedangkan PT Agro Jabar berencana menjalin kerja sama di bidang peternakan, perdagingan, dan budidaya kelautan dengan BUMD NTB.

”Tentu kolaborasi ini penting untuk Jabar dan NTB. SDM kreatif di Jabar sangat banyak. Dan ini dibutuhkan NTB untuk menaikkan kapasitas skill, kuantitas hingga teknik pengemasan yang baik,” tutur Ridwan Kamil. 

”Mudah-mudahan setelah ada alih teknologi dari Jabar dan NTB, kita bisa transfer ilmu. Sehingga pada saat kebangkitan pariwisata NTB sistem ekologi dari aktivitasnya sudah terbentuk. Itulah kebanggaan kita dalam berkolaborasi,” kata Ridwan Kamil. (rls/yun/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news