alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri
Kecelakaan Maut Jalan Raya Wonogiri-Ngadirojo

Hendak Nyekar Makam Suami,Warga Jebres Meninggal: TKP Berserakan Bunga

30 Desember 2020, 15: 51: 30 WIB | editor : Perdana

Kendaraan yang terlibat kecelakaan maut di jalan raya Ngadirojo-Wonogiri.

Kendaraan yang terlibat kecelakaan maut di jalan raya Ngadirojo-Wonogiri. (ISTIMEWA)

Share this      

WONOGIRI – Sungguh tragis peristiwa yang menimpa SR, 52, dan anaknya, AR, 10. SR, warga Jebres, Solo ini bermaksud mengajak anaknya nyekar atau ziarah ke makam sang suami ke Kecamatan Baturetno, Wonogiri. Namun, ibu dan anak yang mengendarai sepeda motor ini terlibat kecelakaan, yang mengakibatkan SR meninggal dunia.

Kecelakaan maut terjadi di jalan raya Wonogiri-Ngadirojo, tepatnya di sekitar SD Negeri 1 Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota, Rabu (30/12). "Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 05.30," ungkap Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Indra Hartono melalui Kanitlaka Ipda Broto Suwarno.

Kecelakaan melibatkan kendaraan Isuzu Microbus dengan nomor polisi (nopol) N 7278 UK yang dikemudikan ACW, 29, warga Blitar Jawa Timur dan sepeda motor Suzuki Skywave bernopol AD 2029 VA yang dikendarai SR, yang juga memboncengkan anaknya.

Dijelaskan kanit laka, awalnya kendaraan yang dikemudikan ACW melaju dari arah timur atau Ngadirojo menuju Wonogiri. Sesampai di sekitar lokasi kecelakaan, ban belakang sebelah kanan Isuzu Microbus itu pecah, sehingga kendaraan tak bisa dikendalikan.

Di saat yang bersamaan, sepeda motor yang ditumpangi AR dan SR melaju dari arah barat atau Wonogiri menuju Ngadirojo. Karena jarak terlalu dekat, kecelakaan tak bisa dihindari lagi.

"Korban pengendara sepeda motor ini berboncengan dengan anaknya. Korban tidak sadarkan diri saat dilarikan ke RSUD Wonogiri," jelas Broto.

Korban mengalami luka di bagian kepala, sedangkan anak korban mengalami luka pada kakinya. Namun, nyawa SR tak tertolong. Korban meninggal dunia di rumah sakit.

Sementara itu, di TKP kecelakaan berserakan bunga tabur. Broto mengatakan, bunga itu dibawa oleh korban SR untuk nyekar ke makam suami.

"Korban ini perjalanan ke Batu (Baturetno), mau nyekar suaminya yang sudah meninggal dunia. Bawa kembang sendiri buat nyekar," jelas dia. (al/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news