alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Tahun Ini, Revitalisasi Pasar Kota Sukowati Digelontor Rp 200 Miliar

01 Januari 2021, 13: 37: 56 WIB | editor : Perdana

Pasar Kota Sukowati mulai direvitalisasi tahun ini. Pedagang akan menempati pasar sementara.

Pasar Kota Sukowati mulai direvitalisasi tahun ini. Pedagang akan menempati pasar sementara. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Pasar Kota Sukowati Sragen dipastikan akan direvitalisasi tahun ini. Anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai Rp 200 miliar. Megaproyek tersebut dikerjakan selama dua tahun.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sragen Tedi Rosanto menjelaskan, tahapan revitalisasi sudah sampai review penyusunan detail engineering design (DED).

”Jika selesai (DED, Red) segera dikirim ke Kemendagri dan Kemen PUPR. Kami berharap bisa disepakati bersama, baik pedagang maupun paguyuban,” beber Tedi.

Dia menjelaskan, pasar sementara untuk menampung pedagang diupayakan di halaman kantor-kantor pemkab Sragen. Harapannya tidak terjadi penolakan dari para pedagang. Karena sempat direncanakan di Kliteh, namun ada penolakan warga.

”Karena ada penolakan, opsinya di depan kantor-kantor pemerintahan,” imbuh Tedi.

Kantor yang direncakan menjadi pasar sementara, di antaranya di dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR), dinas kependudukan dan catatan sipil (disdukcapil), dan lain-lain. Jalan di depan DPUPR akan dijadikan satu lajur agar setengah badan jalan bisa digunakan untuk lapak pedagang.

”Jadi tidak ada bentrokan secara langsung dengan masyarakat. Karena menggunakan lahan punya pemerintah sendiri,” terangnya.

Opsi lainnya di area Pabrik Gula (PG) Mojo. Tetapi masih harus berkoordinasi dengan pengelola pabrik.

”Ada wacana juga seandainya pihak PG Mojo mengizinkan, alangkah lebih baik dimasukkan ke sana. Tapi kami juga harus nego dengan PG Mojo,” kata dia.

Lapak penjual akan dikelompokkan dan dibagi sesuai dengan jenis barang dagangan. Ada beberapa toko yang tidak menggunakan lapak darurat, seperti toko emas. Sehingga dimungkinkan akan menyewa ruko sendiri.

”Kemungkinan juga ada yang tidak mau menggunakan brak sementara, seperti toko emas. Mungkin dia ngontrak sendiri, akan kami data, kami inventarisasi dulu yang mau kontrak dan pakai brak sementara,” terangnya. (din/adi)

Megaproyek Pasar Kota Sragen

• Anggaran total Rp 200 Miliar

• Dikerjakan tahun ini hingga 2022

• Lokasi sementara pedagang di depan kantor dinas-dinas

(rs/din/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news