alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Deformasi Gunung Merapi Makin Tinggi, Terdengar Suara Guguran

01 Januari 2021, 22: 01: 59 WIB | editor : Perdana

Petugas melakukan pemantauan Gunung Merapi.

Petugas melakukan pemantauan Gunung Merapi. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Gunung Merapi terus mengalami penggembungan atau deformasi. Bahkan intensitas pertumbuhannya semakin cepat. Sebab itu, masyarakat di lereng Merapi diminta tetap waspada. 

Data terakhir dari Badan Penyelidikan (BPPTKG) Jogjakarta, selama tiga hari terakhir, rata-rata per hari perubahan bentuk Gunung Merapi mencapai 18 centimeter. Laju deformasi ini jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang hanya 2 centimeter per hari. 

“Dari Pos Babadan juga sempat mendengar suara guguran dari puncak Merapi sebanyak empat kali,” kata Mujianto, relawan Jaring Merapi Selo, yang menyampaikan informasi resmi dari BPPTKG. 

Dia menyebut, meski kondisi Merapi terus meningkat, masyarakat yang tidak masuk kategori kelompok rentan masih beraktivitas seperti biasa. Namun, mereka tetap meningkatkan kewaspadaan. Terutama saat malam hari. 

“Warga tetap melakukan kegiatan ronda setiap malam. Jadi kalau terjadi sesuatu bisa melakukan evakuasi warga,” ujarnya. 

Sementara, saat ini di tempat penampungan pengungsi sementara (TPPS) di Kecamatan Selo terdapat 194 orang pengungsi. Sedangkan di TPPS Desa Tlogolele sebanyak 173 orang dan di Desa Klakah ada 21 orang. 

“Di Desa Jrakah saat ini sudah tidak ada pengungsi yang menetap di TPPS Desa Jrakah,” ujarnya.

Sekdes Tlogolele Neigen Achtah mengatakan, pengungsi di TPPS Tlogolele dalam kondisi sehat. Mereka mendapatkan perhatian dari tim relawan. “Memang ada sebagian yang sudah kembali ke rumah. Tapi masih ada yang menetap di TPPS,” ujarnya. (wid/bun/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news