alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Kasus Pencabulan Karanganyar Meningkat, "Tembak" Korban lewat Medsos

02 Januari 2021, 09: 05: 34 WIB | editor : Perdana

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi (kiri) paparkan kasus selama 2020.

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi (kiri) paparkan kasus selama 2020. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Kasus pencabulan anak di bawah umur di Karanganyar selama 2020 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Rata-rata pelakunya mengenal korban lewat situs jejaring sosial.

Ada 15 kasus yang ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karanganyar. Sebanyak 13 kasus di antaranya sudah terselesaikan, sedangkan dua kasus lainnya akan diselesaikan tahun ini. 

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek mengatakan, kasus pencabulan anak meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2019 ada tujuh kasus, sementara 2020 kemarin naik menjadi 15 kasus.

”Pelaku pencabulan mayoritas berusia di atas 20 tahun. Ada yang bekerja swasta, guru privat atau les, dan teman yang baru dikenal melalui media sosial. Sedangkan korban pencabulan rata-rata duduk di bangku SMP dan SMA. Kejahatan seksual tersebut terjadi karena minimnya pengawasan orang tua selama fase pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat pandemi ini,” terang kapolres.

Selama PJJ, intensitas anak dalam menggunakan smartphone dan mengakses internet makin tinggi. Untuk itu, kapolres mengingatkan orang tua untuk meningkatkan pengawasan anaknya menggunakan smartphone dan mengakses medsos. Sebab, dari pengakuan beberapa pelaku, mereka melakukan aksinya berawal dari percakapan di media sosial. Kemudian, pelaku dan korban saling kenal dan sering bertemu.  

”Orang tua harus benar-benar paham anak keluar dengan siapa. Kami akan melakukan sosialisasi melalui Binmas. Serta nanti akan melibatkan dinas terkait agar bisa memberikan perhatian selama pandemi ini,” tegas kapolres.

Sementara itu, selama kurun waktu satu tahun, Polres Karanganyar menangani 142 perkara tindak kriminal. Meliputi pencurian, miras, penipuan, dan lainnya. Sebanyak 121 kasus di antaranya selesai dan dilimpahkan ke kejaksaan.

”Kalau secara global dibandingkan tahun lalu, penyelesaian kasus di Polres Karanganyar selama tahun 2020 mengalami peningkatan hingga 85 persen dibandingkan tahun 2019 lalu,” tandasnya. (rud/adi/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news