alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Di Tengah Pandemi, Kredit Pemilikan Rumah Tetap Bergairah, Naik 40%

03 Januari 2021, 00: 21: 55 WIB | editor : Perdana

Antusiasme masyarakat mendapatkan rumah bersubsidi tak terpengaruh Covid-19.

Antusiasme masyarakat mendapatkan rumah bersubsidi tak terpengaruh Covid-19. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Bank BTN Cabang Solo mencatat penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi pada 2020 hampir mencapai Rp 140 miliar. Jumlah ini meningkat sekitar 40 persen dibanding tahun sebelumnya senilai Rp 100 miliar.

Peningkatan itu perlu diapresiasi lantaran terjadi dalam situasi pandemi covid-19, saat daya beli masyarakat cenderung turun. Terlebih persentase pertumbuhan angka peningkatan penyaluran pembiayaan di Solo jauh melewati rata-rata nasional. 

"Terlampauinya target penyaluran KPR di Solo dan sekitarnya karena dukungan para pengembang yang selama ini menjadi mitra strategis BTN. Kami akan terus bekerja sama dengan pengembang, bahkan meningkatkan kerja sama. Tahun depan target kami meningkat 17 persen dari realisasi tahun ini," ungkap Kepala BTN cabang Solo Deddy Armanto. 

Selain itu, Deddy menyebut, pihaknya akan terus melakukan pembenahan dalam penyaluran kredit modal kerja konstruksi pembangunan rumah. Sebagai upaya untuk perlindungan masyarakat dalam kepemilikan rumah dengan bangunan dan legalitas berkualitas.

"Sehingga nantinya tidak ada lagi proyek yang mangkrak karena bermasalah dalam pembangunan rumah, sarana dan prasarana serta bermasalah dalam legalitas kepemilikan, baik itu sertifikat atau IMB," sambungnya. 

Diterangkan Deddy, hal itu sebenarnya bisa menjadi filter mendapatkan developer yang serius dalam mengembangkan proyek perumahan, sehingga tidak ada lagi permasalahan-permasalahan di proyek perumahan yang potensi risiko hukum atau kredit macet.

"Bagi developer yang berkualitas dalam pengembangan proyek perumahan, dapat proses kredit modal kerja kontruksi pembangunan rumah BTN adalah proses normal yang wajar dipersyaratkan untuk menghasilkan proyek perumahan berkualitas," imbuhnya. 

Sementara itu, untuk proses KPR, Bank BTN sudah memiliki komitmen 151. Yakni, 1 hari terima berkas lengkap, 5 hari proses KPR, dan 1 hari keputusan.

“Untuk itu sinergi developer dengan BTN harus tercipta, sehingga atas setiap berkas masuk, respons untuk kelengkapan berkas juga harus didukung oleh developer, bank, dan calon konsumen," pungkasnya. (aya/wa/ria)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news