alexametrics
Senin, 18 Jan 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

DPRD Desak Pemkab Tunjuk RS Swasta Ikut Tangani Covid: di Sragen Belum

04 Januari 2021, 14: 51: 14 WIB | editor : Perdana

Pelepasan pasien sembuh Covid-19 di Sragen.

Pelepasan pasien sembuh Covid-19 di Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Kondisi pandemi Covid-19 membuat tenaga medis rumah sakit pemerintah kewalahan. Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sragen diminta memaksimalkan rumah sakit swasta untuk menambah daya tampung perawatan pasien Covid-19.

Hal itu ditegaskan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Sragen Fathurahman. Melihat zona merah penyebaran Covid-19 yang tak kunjung mereda, dia mendesak Pemkab Sragen menunjuk rumah sakit swasta agar ikut menampung pasien Covid-19. Karena daya tampung di rumah sakit pemerintah sudah penuh.

”Kasus Covid-19 terus naik sehingga ketersediaan ruang untuk karantina harus menjadi perhatian. Sementara daya tampung untuk karantina ataupun isolasi yang disediakan pemerintah, dalam hal ini RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dan RSUD Soeratno Gemolong ataupun Technopark sudah tidak mampu untuk menampung,” beber Fathurahman.

Anggota Komisi IV ini menegaskan, satu-satunya jalan agar pasien Covid-19 bisa dirawat dan terlayani, pemerintah harus menunjuk rumah sakit swasta untuk menyediakan tempat isolasi atau karantina.

”Hingga kini di Sragen belum dilakukan, seharusnya dalam waktu dekat ini lewat pemerintah harus berani memanggil rumah sakit yang siap untuk menampung pasien Covid-19,” bebernya.

Sejauh ini, cukup banyak rumah sakit di Sragen dan Gemolong. Seperti RSI Amal sehat, RSU Saras Ibnu Sina, RSU Sarila Husada, RSU Rizki Amalia, RSU Mardi Lestari, PKU Muhammadiyah, RS Assalam Gemolong, dan RS Yaksi Gemolong. Dia meminta pemerintah harus menekan beban RSUD. Karena sesuai aturan kementerian kesehatan, RS swasta boleh merawat pasien Covid-19.

”Jika ditunjuk otomatis rumah sakit swasta tersebut akan menyediakan ruang isolasi. Ketika menyediakan khusus kamar isolasi, saya kira tidak terlalu sulit,” bebernya. 

Dia menyampaikan, selama ini jika ada temuan pasien Covid-19 di rumah sakit swasta akan dilarikan ke rumah sakit pemerintah. Padahal di Solo sekarang sudah ada rumah sakit swasta yang merawat pasien Covid-19.

”Sragen sama sekali belum. Mestinya dalam waktu dekat pemerintah berani memanggil manajemen rumah sakit swasta, masa rakyat harus jadi korban,” ujar dia.

Fathurahman menambahkan, jika di RS swasta ada pasien Covid-19 juga mendapatkan kompensasi dari pemerintah pusat. Terkait anggaran per hari berapa untuk satu pasien, dia mengaku tidak mengetahui nominalnya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news