alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga
Eks Regpac Resmi Gabung Bima Perkasa

Samuel Devin Masuk Squad IBL, Pelatih Ikut Bangga

04 Januari 2021, 19: 45: 48 WIB | editor : Perdana

MEMBANGGAKAN: Samuel Devin Susanto  (tiga berdiri dari kiri) bersama skuad DBL All Star 2015.

MEMBANGGAKAN: Samuel Devin Susanto  (tiga berdiri dari kiri) bersama skuad DBL All Star 2015.

Share this      

POTENSI Devin memang sudah terlihat. Dirinya sempat sukses membawa SMP Kalam Kudus (KK) Surakarta menjadi juara Junio JRBL Solo Series, 2012 silam. Saat itu KK putra menggulung SMPN 2 Jatiroto Wonogiri dengan skor telak 96-47. Devin merebut poin tebanyak, yakni 42 poin.

Berlanjut di SMA Regina Pacis  (Regpac) Surakarta dirinya dua kali membawa tim ini masuk di final DBL Central Java Series 2014 dan 2015, namun hanya di musim 2015 Regpac bisa dibawanya menjadi juara. Dan bisa dibilang tinta emas Devin cs belum tergantikan hingga detik ini di kelompok putra wakil dari South Region Central Java.

Devin juga tercatat sempat masuk di skuad DBL All Star, dan   menjalani berbagi pertandingan di Amerika, 2015 silam.

Pelatih klub Regpac, Wongso Suseno ikut angkat bicara. Dirinya menilai kesuksesan Devin bisa berlaga di panggung IBL berkat kerja kerasnya selama latihan. Sejak dulu dia memang menilai Devin punya potensi di dunia basket. Apalagi, dia menilai Devin bisa memahami skillnya dan selalu menambah jam terbang agar bisa lebih berkembang.

"Hebat, tentunya. Luar biasa menurut saya alumni Regina Pacis ada yang berkiprah di panggung IBL. Saya tidak kaget, karena orangnya pejuang keras, terlebih jam terbang yang tinggi serta statusnya sebagai anggota Pra PON Jateng," tutur Wongso Suseno.

Devin juga tercatat sebagai pemain tim basket UNS. Pelatih tim UNS, Yullius Dobby menganggap Devin memang layak untuk bermain di IBL. Baginya sudah sepantasnya, mengingat dia pernah sangat matang skillnya saat bermain di DBL. 

Tak hanya itu, Devin di mata Dobby terkenal seorang pekerja keras. Dia selalu merasa kurang dalam menimba ilmu dan teknik dalam perbasketan.

"Dia merasa kurang dan kurang. Makanya dia bisa menembus IBL, karena layak dan sudah pantas," ucap Yullius Dobby  

Menurut Dobby, kualitas untuk seumuran Devin memang di atas rata-rata pemain lainnya. Karena memang fundamental basket sudah terbentuk dari kecil. Inilah mengapa, Devin disebut pantas untuk menjadi pemain basket pro.

"Pesan saya, karena sudah naik level Devin harus bekerja keras lebih karena sudah naik level," paparnya. (ryn/nik)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news