alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Awas, Nekat Parkir di Jalur Sepeda, Sanksi Gembok Mengintai

05 Januari 2021, 14: 32: 20 WIB | editor : Perdana

Jalur sepeda di Jalan Pemuda, Kecamatan Klaten Tengah yang masih dilintasi sepeda motor, Senin (4/1).

Jalur sepeda di Jalan Pemuda, Kecamatan Klaten Tengah yang masih dilintasi sepeda motor, Senin (4/1). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Ada pemandangan berbeda pada jalur lambat di sepanjang Jalan Veteran dan Jalan Pemuda Klaten. Terdapat jalur warna hijau selebar 1,7 meter. Jalur ini diperuntukkan bagi pengguna sepeda dan kini sudah diaktifkan.

Pengaktifan jalur sepeda dibarengi soialisasi selama 30 hari oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten. Sosialisasi itu terkait penegakan hukum bagi kendaraan bermotor yang melintas di jalur sepeda tersebut.

“Jalur sepeda tidak hanya di jalan protokol saja. Tetapi juga ada di jalur lingkar selatan. Seperti Jalan Kopral Sayom, Jalan Pramuka, dan Jalan Samanhudi,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub) Klaten Sudiyarsono.

Anggaran pembuatan jalur sepeda berasal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) senilai Rp 2,4 miliar, dilengkapi 79 rambu-rambu.

“Pantauan kami, di Jalan Veteran dan Jalan Pemuda, jalur sepeda sudah tidak digunakan lagi untuk parkir kendaraan. Tapi di Jalan Pramuka, masih ada beberapa yang parkir. Akan kami sosialisasikan lagi,” imbuhnya.

Dishub pastikan jalur sepeda aman, khusus di Jalan Veteran dan Jalan Pemuda. Karena dilengkapi median jalan sebagai pemisah jalur kendaraan bermotor dengan sepeda. 

“Jika nanti ada pengendara yang nekat parkir di jalur sepeda, akan kami gembok. Ini sedang kami sosialisasikan. Sudah kami siapkan sekitar 10 gembok,” bebernya.

Sementara itu, pesepeda asal Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara Setyawan Utomo Hadi, 28, mengapresiasi keberadaan jalur tersebut. “Menurut saya sudah baik. Sudah ada rambu yang terpasang. Tapi, tingkat keamanan pengguna sepeda perlu diperhatikan lagi. Misal ada kendaraan yang masuk ke jalur sepeda, harap ditertibkan,” ujarnya.

Diakui Setyawan, sosialisasi penting karena banyak masyarakat belum memahami aturan terkait jalur sepeda. Itu kendati sudah dipasang puluhan rambu-rambu di berbagai titik.

“Saya berharap jalur sepeda ini aman dan nyaman. Sesama pengguna jalan saling menghormati dan mematuhi perarturan yang ada,” urainya. (ren/fer/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news