alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Ganjar Jajal Alat Deteksi Covid GeNose di UGM, Langsung Pesan 100 Unit

05 Januari 2021, 21: 08: 34 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjajal dan langsung memesan alat pendeteksi Covid-19, GeNose.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjajal dan langsung memesan alat pendeteksi Covid-19, GeNose.

Share this      

JOGJA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertolak ke Jogja untuk melihat pembuatan alat pendeteksi Covid-19 karya Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose C19, Selasa (5/1). Bahkan, Ganjar juga langsung menjajal produk alat pendeteksi Covid-19 yang memiliki tingkat akurasi 97 persen itu.

Pabrik GeNose berada di UGM Science Technopark. Ganjar menjajal alat GeNose dengan cara mengembuskan napas dan dimasukkan ke kantong plastik khusus yang disiapkan. Setelah itu, kantong plastik berisi napas Ganjar tersebut dimasukkan ke alat GeNose yang terkoneksi dengan laptop. Dalam hitungan waktu tiga menit saja, hasilnya sudah keluar dan Ganjar dinyatakan negatif.

"Wah cepat sekali, hanya hitungan menit sudah keluar hasilnya. Keren ini," kata Ganjar kagum.

Ganjar pun langsung memesan 100 unit GeNose untuk dibawa ke Jawa Tengah. Namun sayang, karena produksinya masih sedikit, baru 35 alat GeNose yang bisa didapatkan Ganjar.

"Saya mau beli 100, tapi baru dapat 35 unit. Ternyata ini baru 10 hari berproduksi karena izin edar baru keluar. Saya ke sini untuk melihat seperti apa kondisinya, sekaligus saya ngetes sendiri tadi bagaimana cara kerjanya," kata Ganjar.

Dari hasil tes yang dilakukan, GeNose dianggap sangat efektif untuk meningkatkan upaya tracing Covid-19. Cara kerjanya sangat simpel dan waktu yang dibutuhkan sangat cepat, yakni maksimal tiga menit.

"Hanya dengan niup napas, kemudian diukur dengan alat ini, tiga menit sudah keluar hasilnya, apakah positif atau negatif. Ini waktu yang sangat cepat dibanding dengan tes lain, misalnya PCR. Jadi nantinya laboratorium tidak pusing lagi. Masyarakat juga tidak sakit lagi karena harus diswab, cukup nyebul saja sudah keluar hasilnya," jelasnya.

Ganjar pun mengusulkan agar Indonesia menerapkan GeNose C19 sebagai alat uji resmi Covid-19. Ia membayangkan, jika semua puskesmas di Indonesia memiliki alat ini, maka proses tracing akan semakin cepat. Para surveilans yang bekerja di lapangan pun akan sangat terbantu dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Saya langsung pesan alat ini karena produk anak bangsa, labelnya Merah Putih. Maka negara harus berpihak. Saya bayangkan kalau negara memerintahkan seluruh daerah menggunakan ini, maka surveilans akan jauh lebih baik dan coverage pengecekan di Indonesia untuk mengetahui berapa yang terpapar akan jauh lebih cepat," tegasnya.

Apalagi harga dari GeNose sangat murah, yakni Rp 62 juta. Dengan kemampuan satu alat yang bisa digunakan untuk mengetes 100.000 orang, maka kalkulasinya jauh lebih murah dibanding alat tes Covid-19 lainnya.

"Kalau kita bicara politik kesehatan, maka ini sangat murah karena bisa mengcover banyak orang. Kalaupun masyarakat harus bayar sendiri untuk tes ini, kisarannya kantongnya Rp 15.000 dan biaya tambahan lainnya total hanya Rp 25.000, maka sangat terjangkau. Tapi kalau dibiayai negara, ini jauh lebih murah. Bandingkan dengan PCR tes yang harganya bisa Rp 900.000 per tes," papar dia.

Sementara itu, Ketua Tim GeNose C-19 Prof Kuwat Triyana menerangkan, cara kerja GeNose adalah mendeteksi senyawa organik bernama Volatile Organic Compound (VOC) hasil proses metabolik virus Covid-19 di dalam tubuh melalui hembusan napas.

"Kalau yang memiliki Covid-19, reaksi metabolik yang dihasilkan akan berbeda dengan patogen lain. Jadi, kalau yang mengandung Covid-19, langsung bisa terdeteksi," katanya.

Pengujian GeNose, lanjut Kuwat, sudah dilakukan berkali-kali dengan ribuan orang yang berbeda. Setelah pengujian itu, otak mesin tersebut telah dikunci untuk mendeteksi senyawa yang berbahaya, khususnya Covid-19.

"Tingkat akurasi mesin ini bisa mencapai 97 persen. Untuk pengujiannya, hanya membutuhkan waktu maksimal tiga menit," jelasnya.

Setelah mengantongi izin edar dari pemerintah, pihaknya langsung mengebut memproduksi GeNose C19. Saat ini, baru 100 unit yang rampung diproduksi.

"Bulan Januari ini kami targetkan bisa memproduksi 5.000-10.000 unit, dan akan meningkat di bulan-bulan selanjutnya. Pemesanan sudah banyak, termasuk dari Jawa Tengah yang kami yakin dapat terpenuhi, tutur Kuwat.

Pihaknya pun memprioritaskan penjualan alat untuk pemerintah dahulu. Termasuk perusahaan yang bergerak di pelayanan publik, seperti PT KAI yang juga sudah memesan. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news