alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Pemkab Sukoharjo Kebut Model Bantuan bagi UMKM Tahu Tempe

05 Januari 2021, 22: 05: 33 WIB | editor : Perdana

Aktivitas perajin tahu tempe di Kartasura.

Aktivitas perajin tahu tempe di Kartasura. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Pemkab Sukoharjo mengebut model bantuan yang akan diberikan kepada para perajin dan penjual tempe tahu yang terdampak kenaikan harga kedelai global. Ini sesuai permintaan para perajin tahu tempe yang mendesak pemerintah daerah hadir untuk mengatasi permasalahan mahalnya harga kedelai.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi (Disdagkop) UKM Sukoharjo Sutarmo menyebut, saat ini pihaknya tengah menyiapkan model bantuan stimulus bagi perajin dan penjual tahu tempe. Kemungkinan besar akan diberikan keringanan angsuran pinjaman.

"Dalam waktu singkat ini, saya kira yang mendesak subsidi bunga pinjaman," kata Sutarmo, Selasa (5/1).

Menurut Sutarmo, mereka rata-rata memiliki pinjaman KUR. Dengan kondisi usaha yang berat, otomatis mereka butuh relaksasi kredit.

"Bentuknya bisa pengurangan bunga, bisa mundur waktu angsuran atau relaksasi lain," bebernya.

Saat ini, disdagkop ukm tengah berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait. Sutarmo berharap, dalam waktu dekat ini sudah ada keputusan terkait bentuk dan mekanisme bantuan.

"Nanti wujud bantuannya secara teknis mesti kita rembug bareng dengan OPD terkait, termasuk Bagian Perekonomian," tutur dia.

Puryono, perwakilan perajin, pengusaha, penjual tahu tempe Kartasura mengaku, setidaknya ada 80 perajin tahu tempe dan lebih dari 500 penjual tahu tempe di Kartasura. Hampir seluruhnya mempunyai pinjaman KUR.

"Bantuan dari pemerintah pusat untuk UMKM Rp 2,4 juta kami tidak dapat karena kami punya pinjaman di bank. Orang-orang tahunya kami ini juragan, padahal ya sama saja," kata Puryono.

Menurut dia, berdasarkan Permendag Nomor 7 Tahun 2020 tentang harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di tingkat konsumen, ditetapkan harga acuan pembelian di petani untuk kedelai lokal Rp 8.500 per kilogram. Kemudian, harga kedelai di konsumen Rp 9.200 per kilogram.

Sementara untuk kedelai impor harga acuan pembelian petani Rp 6.550 per kilogram dan harga acuan penjualan di konsumen Rp 6.800 per kilogram.

"Saat ini kedelai impor sudah tembus Rp 9.000 lebih, kemungkinan besar akan naik lagi. Di mana pemerintah? Pemerintah harus hadir membantu kesulitan kami," pungkasnya. (kwl/ria)


(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news