alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

7.000 Nakes di Klaten Bakal Disuntik Vaksin Covid-19

05 Januari 2021, 22: 21: 43 WIB | editor : Perdana

Salah satu calon penerima vaksin dari Dinkes Klaten menunjukkan SMS pemberitahuan vaksinasi.

Salah satu calon penerima vaksin dari Dinkes Klaten menunjukkan SMS pemberitahuan vaksinasi. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Sebanyak 7.000 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Klaten akan menjadi sasaran pertama disuntik vaksin Covid-19. Mereka telah menerima short message service (SMS) soal pemberitahuan vaksinasi tersebut sejak awal tahun ini.

“Untuk tahapan pertama ini memang diprioritaskan bagi tenaga kesehatan. Sebelumnya sudah kami lakukan pendataan terkait siapa saja yang akan mendapatkan vaksin. Lalu kami kirim ke Jakarta dan penerima vaksin mulai mendapatkan SMS,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Cahyono Widodo, Selasa (5/1).

Jumlah nakes yang diusulkan untuk menerima vaksin terdapat 7.000 orang. Tersebar di sejumlah rumah sakit, puskesmas, klinik hingga pratik perseorangan, baik negeri maupun swasta.

Cahyono menjelaskan, mereka yang menerima vaksin juga termasuk tenaga nonmedis, tetapi terlibat dan menunjang dalam penanganan Covid-19. Mulai dari tenaga administrasi, sopir hingga cleaning service yang ada di lingkungan rumah sakit.

“Untuk sementara vaksin baru tiba di provinsi. Terkait kapannya sampai di Klaten, kita tunggu saja dulu. Termasuk nantinya vaksin yang turun ada berapa dari yang kami usulkan,” jelasnya.

Sembari menunggu kedatangan vaksin, tenaga untuk pelaksanaan vaksinasi telah disiapkan. Sebab, sebelumnya memang telah dilakukan pelatihan bagi pelaksana pelayanan vaksinasi.

Cahyono berharap, seluruh tenaga kesehatan yang sudah menerima SMS terkait pemberitahuan agar bisa datang saat pelaksanaan vaksinasi. Apalagi secara ilmiah dengan pemberian vaksin tersebut memberikan perlindungan terhadap tenaga kesehatan ketika menangani kasus Covid-19.

“Setidaknya bisa mengurangi kejadian (nakes terpapar Covid-19). Termasuk melindungi dan mengantisipasi dari wabah ini. Setidaknya meningkatkan kekebalan maupun antibodi,” jelas Cahyono.

Sementara itu, salah satu calon penerima vaksin yakni Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, Bidang Pencegahan, dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Klaten Wahyuning Nugraheni mengaku, telah menerima SMS pemberitahuan jika dirinya bakal divaksinasi. SMS itu dia terima pada Sabtu (2/1) lalu. Dia mengapresiasi vaksinasi bagi nakes karena sebagai bentuk pencegahan.

“Kami memang berharap terhadap vaksinasi yang diberikan ini efektif dalam mencegah Covid-19. Menjadikan tenaga kesehatan terlindungi. Setidaknya bisa meningkatkan kekebalan juga,” jelas perempuan yang akrab dipanggil Nuning ini.

Selama ini, Nuning memang terlibat langsung dalam penanganan kasus Covid-19, terutama dalam hal tracing. Dengan adanya vaksinasi itu diharapkan sebagai jalan keluar dalam memutus mata rantai penysebaran virus corona.

“Dalam mencegah dari terpapar Covid-19 saat bertugas, selain menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan menjaga jarak), saya juga banyak istirahat. Mengonsumsi makanan yang bergizi sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas,” pungkasnya. (ren/ria)

 

 

 


(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news