alexametrics
Rabu, 03 Mar 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Waspada Cuaca Ekstrem 2 Hari ke Depan, Potensi Bencana Mengintai

06 Januari 2021, 14: 31: 27 WIB | editor : Perdana

Mendung menggelayut di atas Kota Bengawan kemarin.

Mendung menggelayut di atas Kota Bengawan kemarin. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi pada dua hari ke depan. Masyarakat diminta waspada saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Mengurangi risiko bencana, dinas terkait mulai mengantisipasi dengan mengecek pohon-pohon tua yang rawan tumbang 

Berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geogisika (BMKG) Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, puncak musim penghujan (Oktober-April) akan terjadi antara Januari hingga Maret. Oleh sebab itu, masyarakat diminta waspada akan potensi kebencanaan yang dapat ditimbulkan. Berdasarkan hal itu, BMKG Semarang mengeluarkan imbauan peringatan dini cuaca ekstrem akan terjadi pada 5-7 Januari.

“Dalam tiga periode ke depan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang masih berpotansi terjadi di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Masyarakat harap berhati-hati terhadap puting beliung, hujan lebat disertai petir, hujan es, dan lainnya karena bisa menimbulkan dampak seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, hingga pohon tumbang,” terang Kepala BMKG Ahmad Yani Semarang Achadi Subarkah Raharjo. 

Di bagian lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta Gatot Sutanto mengatakan,  kemarin tejadi pohon tumbang pukul 13.30. Pihaknya mendapatkan laporan dari warga setempat, kemudian langsung datang ke lokasi pohon tumbang untuk evakuasi. Pohon berukuran besar itu roboh melintang dan menutup semua bagian jalan sehingga diperlukan pengaturan lalu lintas selama evakuasi dilakukan. 

“Kami dibantu BPBD dan linmas setempat selama proses evakuasi. Perlu penanganan cepat karena posisi robohnya menutup semua bagian jalan,” terang dia.

Evakuasi dilakukan dengan cepat dengan memotong batang pohon itu menjadi beberapa bagian, sebelum akhirnya dipindah menggunakan kendaraan angkut DLH. Robohnya pohon mahoni itu diduga karena akar lapuk sehingga sudah tidak kuat untuk mencengkeram tanah yang ada di bawahnya. 

“Akarnya ini sudah tidak kuat, tapi kalau batang pohonnya masih bagus sebetulnya. Jadi setelah terkena hujan lebat dan angin kencang pohon ini ambruk, untung tidak menimpa pengendara atau masyarakat yang melintas,” kata Gatot.

Selain pohon tumbang di Jalan Gatot Subroto, pihaknya juga mendapat laporan adanya dahan pohon patah di sekitar Jalan Monginsidi. Beruntung, dahan patah ini juga tidak menimbulkan korban. 

“Musim penghujan ini agenda utama kami masih perempelan (pemangkasan) pohon untuk mengurangi beban saat diterpa angin kencang. Ini salah satu langkah antisipasi potensi pohon tumbang,” ujarnya. 

Pihaknya juga melakukan pendataan pohon-pohon rawan tumbang lainnya dan melakukan penanganan sesuai skala prioritas. Namun, terjadinya pohon tumbang kadang terjadi karena faktor lainnya dan tidak melulu karena kekuatan pohon. 

“Kami harap masyarakat tetap berhati-hati akan potensi pohon tumbang di musim penghujan ini,” harap dia. (ves/bun/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news