alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Sukoharjo Catat 302 Klaster Penularan Covid, Mayoritas Keluarga

06 Januari 2021, 14: 59: 47 WIB | editor : Perdana

Personel gabungan gelar Operasi Yustisi penegakan prtokol kesehatan di kawasan Mojolaban, Sukoharjo belum lama ini.

Personel gabungan gelar Operasi Yustisi penegakan prtokol kesehatan di kawasan Mojolaban, Sukoharjo belum lama ini. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Sejak Covid-19 merebak Maret 2020, di Kota Makmur terdapat sebanyak 302 klaster. Mayoritas adalah klaster keluarga yang mencapai 256 atay 84,8 persen. Sisanya 34 klaster tempat kerja atau 11,3 persen. 

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 lebih banyak menjalani isolasi mandiri, yaitu sebanyak 1.899 (67,1 persen). Sementara yang dirawat di rumah sakit sebanyak 800 orang (28,2 persen). 

“Yang isolasi mandiri cukup banyak, memicu semakin banyaknya klaster keluarga. Untuk klaster keluarga menular kepada dua sampai sembilan anggota keluarga," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sukoharjo Yunia Wahdiyati.

Ada pula dua klaster tempat ibadah, dua klaster pernikahan, dua klaster pelaku perjalanan, satu klaster pendidikan latihan (diklat), satu klaster pengajar pondok pesantren (ponpes), satu klaster pertemanan, dan satu klaster studi banding.

Dilihat dari asal penemuan kasus, paling banyak hasil penulusuran kontak erat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo, yaitu sebanyak 1.384 kasus (48,9 persen). Sisanya yakni ditemukan di rumah sakit, klinik baik negeri maupun swasta di Sukoharjo maupun eks Karesidenan Surakarta, Jogjakarta dan Jakarta.

“Untuk kelompok kasus, paling banyak yakni penduduk setempat dengan temuan lebih dari 500 kasus. Sisanya berjumlah satu sampai 100 kasus, yakni ASN dari Sukoharjo dan kota-kota sekitar, karyawan swasta, BUMN, aparat keamanan, tenaga kesehatan, guru, pedagang, tukang pijat, terapis pijat, juru parkir, mahasiswa, pemudik, instruktur model, sales promotion girl (SPG). Hampir semua kelompok sudah terpapar," beber Yunia. 

Sekadar informasi, Monika Nirmala, penasihat Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat kunjungan kerja di Kota Makmur beberapa waktu lalu menyebut, pihaknya mendorong daerah lebih banyak membangun tempat isolasi terpusat. Sebab, isolasi mandiri di rumah dapat meningkatkan risiko penularan Covid-19.

"Banyak yang satu rumah ditinggali multigenerasi, dari kakek hingga cucu, dari orang dewasa sampai bayi," ungkapnya.

Diakui Monika, penularan Covid-19 di dalam rumah 10 kali lebih tinggi dari penularan di luar rumah. Penularan orang dewasa di dalam rumah tiga kali lebih tinggi daripada kepada anak. (kwl/wa/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news