alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Soal Pembatasan Sosial di Jawa-Bali, Ganjar: Jateng Siap Laksanakan

06 Januari 2021, 18: 36: 26 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo nyatakan siap laksanakan pembatasan sosial di Jateng.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo nyatakan siap laksanakan pembatasan sosial di Jateng.

Share this      

SEMARANG - Pemerintah Pusat putuskan memberlakukan pembatasan sosial lebih ketat untuk seluruh daerah Jawa-Bali. Rencananya, pembatasan sosial tersebut mulai dilaksanakan pada 11 hingga 25 Januari 2021.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan siap melaksanakan perintah tersebut. Saat ini, pihaknya masih menunggu surat edaran resmi dari Pemerintah Pusat, untuk kemudian disampaikan kepada bupati/wali kota.

"Tadi saat rapat bersama presiden sudah disampaikan, khusus provinsi di Jawa-Bali akan dilakukan pengetatan, baik dalam konteks kerumunan sampai pemberlakuan jam malam. Pak menko perekonomian juga sudah telepon saya soal itu. Tapi kami masih menunggu peraturan resmi dari Pusat soal ini," papar Ganjar, Rabu (6/1).

Menurut gubernur, pengetatan yang dimaksud itu bisa disebut pembatasan sosial berskala besar (PSBB), bisa juga dikatakan sebagai pembatasan kegiatan masyarakat. Namun intinya, hal itu tidak dilakukan pada satu wilayah teritori pemerintahan. Melainkan pada daerah-daerah yang menjadi perhatian khusus atau zona merah.

"Kalau di Jateng ini misalnya Semarang Raya, Solo Raya, dan saya usulkan Banyumas Raya. Tiga ini yang menjadi perhatian, khususnya Semarang Raya dan Solo Raya yang kasusnya melonjak," jelasnya.

Sudah siapkah Jateng untuk  penerapan pembatasan sosial secara ketat ini? Ganjar menegaskan sudah siap. Apalagi seluruh daerah sudah berlatih sejak lama terkait kegiatan pembatasan masyarakat itu.

"Sudah siap, kan sudah latihan terus menerus. Tinggal nanti kami sampaikan pada bupati/wali kota agar segera dilaksanakan. Akan kami kirim surat kepada mereka agar mempersiapkan diri dan segera melakukan sosialisasi," ucap Ganjar.

Sebagai informasi, pemerintah bakal memberlakukan pembatasan sosial masyarakat secara ketat di wilayah Jawa-Bali. Pembatasan sosial itu akan dilaksanakan serentak pada 11 hingga 25 Januari mendatang.

Menko Perekonomian Airlangga Hartanto mengungkapkan, pemberlakuan pembatasan sosial serentak di Jawa-Bali dilakukan karena daerah-daerah itu memenuhi parameter dalam penanganan Covid-19. Di antaranya keterisian tempat tidur rumah sakit, baik ICU maupun isolasi di atas 70 persen, kasus aktif di atas tingkat nasional sebesar 14 persen. Kemudian, tingkat kematian di atas rata-rata nasional sebesar 3 persen dan tingkat kesembuhan berada di bawah nasional, yakni 14 persen.

Ganjar membenarkan bahwa kapasitas tempat isolasi dan ICU di Jateng sudah di atas batas aman. Yakni keterisian ICU 64 persen dan tempat tidur isolasi 71 persen. Meski begitu, pihaknya terus melakukan penambahan dan kondisinya masih relatif aman.

"Tapi ya memang harus ada penambahan. Tadi rapat kami sepakat menambah sebanyak 20 persen dari kapasitas yang sudah ada. Sebenarnya kondisinya tidak semengerikan yang ada di media. Karena beberapa tempat isolasi terpusat kami seperti Donohudan (Asrama Haji Donohudan), BPSDM, dan gedung pertanian di Temanggung kapasitasnya masih sangat banyak," tutur gubernur.

Selain menyiapkan sarana dan fasilitas perawatan pasien Covid-19, beberapa pengetatan pembatasan masyarakat telah dilakukan. Di antaranya, membatasi work from office hanya menjadi 25 persen dan work from home 75 persen. Kegiatan belajar mengajar masih akan daring, sektor esensial khusus kebutuhan pokok masih beroperasi 100 persen, namun dengan protokol kesehatan ketat.

Selain itu, dilakukan pembatasan jam buka pusat perbelanjaan sampai pukul 19.00. Untuk restoran, jumlah tamu dibatasi maksimal 25 persen dan pemesanan makanan harus take away dan delivery bisa tetap buka.

Sementara konstruksi masih tetap berjalan dengan protokol ketat, rumah ibadah dibatasi 50 persen. Kemudian, fasilitas umum ditutup sementara, termasuk operasional moda transportasi dilakukan pengaturan. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news