alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Jalan Lingkar Kota Wonogiri Tertimpa Longsor, Akses Lalu Lintas Lumpuh

06 Januari 2021, 19: 28: 28 WIB | editor : Perdana

Polisi memasang traffic cone di kawasan longsor JLK.

Polisi memasang traffic cone di kawasan longsor JLK. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Musibah longsor terjadi di Jalan Lingkar Kota (JLK) Wonogiri, sekitar 1 kilometer sebelah utara Polres Wonogiri, tepatnya di Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri Kota, Rabu (6/1) sore. Akibat longsor, JLK lumpuh tak bisa dilalui kendaraan bermotor.

Yadi, warga Desa Pare, Kecamatan Selogiri yang memiliki warung di sekitar lokasi longsor mengatakan, musibah longsor itu terjadi sekitar pukul 16.15. “Kalau dari polres (Mapolres Wonogiri) yang longsor tebing di sebelah kiri. Sepertinya saat kejadian tidak ada yang lewat,” ungkap dia.

Yadi menceritakan, hujan deras mulai mengguyur beberapa jam sebelum tanah longsor menimpa badan jalan. Akibat longsor itu, akses jalan pun tertutup material. JLK lumpuh dan tidak bisa dilintasi kendaraan sama sekali.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto membenarkan kejadian tanah longsor yang menimpa JLK.

“Iya benar, untuk sementara ini lalu lintas ditutup. Kami sudah berkoordinasi dengan DPU (dinas pekerjaan umum), akan segera diatasi," kata dia.

Kepala DPU Wonogiri Prihadi Ariyanto melalui Kepala Bidang Bina Marga DPU Wonogiri Didik Sudarmaji mengatakan, pihaknya segera mengatasi longsoran tanah tersebut.

“Kami hubungi pihak pelaksana pekerjaan karena ini kan belum diserahkan. Kami minta agar dicarikan alat berat untuk menanganinya. Longsorannya akan dipinggirkan dulu,” papar Didik

Disinggung terkait ada tidaknya titik longsor yang lain, Didik mengatakan, informasi yang diterimanya hingga Rabu sore, hanya ada satu titik longsor. Dia pun mengamini bahwa jalan yang tertimbun longsor itu tak bisa dilalui kendaraan.

“Nanti eskavator kami datangkan. Sore ini kami juga masih menunggu konfirmasi dari pihak pelaksana. Mereka sudah saya kirimi gambar, kami minta untuk segera ditangani,” jelas Didik.

Penanganan material longsor harus dilakukan secepat mungkin. Sebab, jalan yang tertimbun itu merupakan salah satu akses menuju Dusun Randubang, Desa Pare, Kecamatan Selogiri.

“Saat ini daerah itu memang rawan untuk lalu lintas. Harapan kami, yang mau ke Randubang bisa lewat jalan lain dulu. Saat ini juga akses jalan sudah ditutup sementara di sekitar polres,” urai Didik.

Sementara untuk penanganan tebing yang ada di JLK, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Di lain sisi, DPU juga menerima laporan adanya air yang sempat menggenangi Jembatan Nusantara di Desa Pare Selogiri. Air itu berasal dari saluran irigasi sawah dan perbukitan di sebelah selatan jembatan dan menggenangi badan jalan. (al/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news