alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Aktivitas Merapi Meningkat, Warga Sidorejo Bergeser ke Rumah Kerabat

07 Januari 2021, 15: 29: 38 WIB | editor : Perdana

Kepala BPPTKG Jogja Hanik Humaida menjelaskan kondisi Gunung Merapi dalam rapat koordinasi di Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (6/1).

Kepala BPPTKG Jogja Hanik Humaida menjelaskan kondisi Gunung Merapi dalam rapat koordinasi di Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (6/1). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat, Selasa malam (5/1). Ditandai guguran lava pijar yang mengarah ke arah barat (Kabupaten Magelang). Situasi tersebut memaksa sebagian warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten meninggalkan rumah mereka. Terutama kelompok rentan yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III.

Sebagai catatan, di Desa Sidorejo terdapat tiga dusun yang masuk KRB III. Meliputi Dusun Petung, Mbangan, dan Deles. Pasca guguran lava pijar, kelompok rentan memilih mengungsi ke rumah kerabat yang masih satu desa. Pilihan itu mereka tempuh karena masih enggan mengungsi ke tempat evakuasi sementara (TES) yang telah disiapkan di GOR Kalimosodo.

“Kira-kira seminggu yang lalu, dalam rapat antara empat kabupaten, sudah diprediksi aktivitas Merapi semakin tinggi. Selasa malam, terlihat titik api dan lelehan di sisi barat. Karena dari arah Deles (Klaten) tidak tampak,” jelas relawan Desa Sidorejo Sukiman.

Terkait jumlah warga yang mengungsi, Sukiman belum bisa menjelaskan. Sebab, sejauh ini masih terjadi pergerakan warga yang meninggalkan rumah masing-masing. Dalam waktu dekat, relawan bakal mendata siapa saja warga yang mengungsi. Termasuk survei kesiapan warga menghadapi erupsi Merapi.

“(Mengungsi) tidak sampai ke TES. Karena kalau sampai sana, harus melibatkan berbagai pihak. Termasuk para relawan. Baru mengungsi ke tempat saudara di lingkup Desa Sidorejo sendiri. Atas inisiatif mereka sendiri,” ungkapnya.

Selain pendataan, relawan Desa Sidorejo bakal menjadwalkan pantauan titik api di wilayah barat (Sleman). Termasuk potensi guguran lava mengarah ke selatan (Desa Sidorejo). “Melalui ronda malam. Pertugas ronda kami bekali HT (handy talkie) untuk komunikasi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Nur Tjahjono Suharto membenarkan terjadi pergerakan pengungsi dari dua desa, Selasa malam. Yakni Desa Balerante dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang. Dari Desa Balerante terdapat 227 pengungsi asal Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, Ngelo, Gondang, dan Sukorejo. Termasuk 112 ekor sapi yang dievakuasi ke kandang komunal.

“Sedangkan di Desa Tegalmulyo, terdapat 88 pengungsi. Mereka berasal dari Dusun Canguk, Sumur, dan Pajegan. Sementara di Desa Sidorejo, belum ada yang mengungsi di TES,” urainya. (ren/fer/ria) 

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news