alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Tak Netral saat Pilkada, Kades Waru Disanksi Denda Rp 4 Juta

08 Januari 2021, 12: 31: 39 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.com)

Share this      

SUKOHARJO - Kepala Desa Waru, Kecamatan Baki terbukti tidak netral saat Pilkada 2020 lalu. Oleh karena itu, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo memvonis hukuman denda Rp 4 juta kepada terdakwa.

Informasi itu dikatakan oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Sukoharjo Rochmad Basuki, usai sidang secara daring dengan agenda vonis, kemarin. Pardijo, kades Waru, divonis hukuman denda Rp 4 juta.

"Kades tidak netral, terbukti melanggar Pasal 71 ayat 1 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota atau biasa disebut UU Pilkada," kata Rocmad.

Dalam Pasal 71 ayat (1) disebutkan, pejabat daerah, pejabat aparatur sipil negara, anggota TNI/Polri, dan kepala desa atau sebutan lain/lurah dilarang membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.

"Vonis itu lebih tinggi dibanding vonis kades Bendosari, dengan pelanggaran yang sama," katanya.

Koordinator Divisi Hukum, Humas, dan Datin Bawaslu Kabupaten Sukoharjo Muladi Wibowo menuturkan, kades Bendosari, Kecamatan Bendosari sudah divonis majelis hakim PN Sukoharjo pada 12 Desember 2020 lalu. Terdakwa Suparmin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja. Yakni melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon. 

Majelis hakim yang diketuai oleh Boxgie Agus Santosa menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana denda sebesar Rp 3 juta, yang jika tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan.

"Terdakwa tidak ditahan, hanya dikenakan denda," kata Muladi Wibowo.

Terpisah, Kuasa hukum kades Waru, Nursito mengatakan, kliennya menerima vonis tersebut. Sang klien tidak ada keberatan atas putusan itu.

"Ya sudah vonis tadi, denda Rp 4 juta. Akan dibayar denda jika sudah menerima atau kutipan putusan pengadilan selesai. Kira-kira ya besok Senin," kata Nursito singkat. (kwl/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news