alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Ganjar: Kudus, Pati, Magelang juga Ikut Pembatasan Kegiatan Masyarakat

08 Januari 2021, 20: 42: 30 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Share this      

SEMARANG – Pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) Jawa-Bali akan dimulai Senin (11/1) hingga dua pekan selanjutnya. Di Jawa Tengah (Jateng), selain Semarang Raya, Solo Raya, dan Banyumas Raya, ada tiga daerah lagi yang akan diikutsertakan dalam PKM. Yakni Kudus, Pati, dan Magelang.

"Terkait persiapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, ada kabupaten/kota lain di Jateng yang mesti mengikuti selain Semarang Raya, Solo Raya, dan Banyumas Raya. Ternyata angka yang masih tinggi ada di Kudus, Pati, dan Magelang. Maka, tiga ini akan kami ikutkan nanti," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai rapat koordinasi persiapan PKM dan paparan New Jogo Tonggo di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (8/1).

Sebelumnya Ganjar menyampaikan bahwa PKM pada 11-25 Januari akan diberlakukan di tiga eks karisidenan. Yaitu Semarang Raya, Solo Raya,  dan Banyumas Raya. Tetapi itu tidak berarti daerah lain bebas. Daerah-daerah lain akan terus dipantau berdasarkan peta kerawanan persebaran Covid-19.

"Kabupaten/kota yang tidak disebut bukan berarti bebas. Kalau kita lihat dinamika yang ada pastinya 'alert'. Bupati dan wali kota harus proaktif melihat perkembangannya. Daerah ini merah, langsung tutup, batasi, perketat, sambil diikuti penegakan hukum. Dalam hal ini operasi yustisi," papar gubernur.

Ganjar menjelaskan, operasi yustisi akan menjadi bagian paralel dari pembatasan kegiatan masyarakat tersebut. TNI-Polri dan satpol PP akan dilibatkan dalam operasi yustisi tersebut.

"Jadi satu sisi sosialisasi tidak berhenti, gunakan semua media yang ada termasuk media sosial. Tapi sisi lain operasi justisi juga paralel. Kalau operasi justisi bisa paralel, maka Insya Allah ini bisa membantu. Saya sama sekali tidak ingin masyarakat dihukum, saya hanya ingin bantuan dan dukungan," katanya.

Prioritaskan Jogo Tonggo

Dalam menghadapi pembatasan kegiatan masyarakat, Ganjar juga meminta untuk memaksimalkan kinerja Jogo Tonggo di level bawah atau komunitas terkecil. Jogo Tonggo akan difungsikan untuk membantu puskesmas melakukan tracing juga melakukan sosialisasi, baik terkait pembatasan maupun memberikan informasi mengenai vaksin. Jogo Tonggo juga diprioritaskan untuk daerah-daerah yang memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat.

"Jogo Tonggo tadi kami review lagi untuk bisa membantu puskesmas, bantu tracing, bantu sosialisasi termasuk memberi informasi tentang vaksin, sehingga nanti orang mengerti persis dan tidak takut lagi (divaksin)," ucap dia.

Melalui cara-cara yang dilakukan pada level paling rendah, maka lanjut Ganjar, ke depan jika ada kerumunan bisa langsung segera dibubarkan. Nantinya jika ada kegiatan kerumunan yang Jogo Tonggo tidak mampu memperingatkan, bisa langsung memberitahukan kepada pemerintah daerah setempat. Sehingga bisa dibantu mengingatkan.

Selain beberapa hal itu juga telah dilakukan perhitungan dan perkiraan untuk tahun 2021 yang diawali dengan pembatasan kegiatan masyarakat. Di antaranya adalah bagaimana ekonomi masih tetap berjalan, meski tidak semasif sebelumnya. Misalnya dinas-dinas di Pemprov Jateng diminta membeli produk UMKM, minimal makanan dan minuman untuk mendorong UMKM.

"Bagi industri besar, menko perkonomian masih mengizinkan. Tapi kemudian bagaimana kontrolnya? Yuk kita bantu sektor industri dan usaha dagang, kita atur yuk tempat jualan, baik itu mal maupun pasar, juga tempat dagang lain dan tempat pariwisata," tandas Ganjar. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news