alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Jelang PPKM Jawa-Bali, Warga Solo Tetap Tenang: Tak Ada Panic Buying

09 Januari 2021, 17: 45: 14 WIB | editor : Perdana

Pasar Gede yang dipasang sekat guna mencegah penyebaran Covid-19. Selama PPKM, operasional pasar tradisional tetap dibuka.

Pasar Gede yang dipasang sekat guna mencegah penyebaran Covid-19. Selama PPKM, operasional pasar tradisional tetap dibuka. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Jelang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa - Bali, termasuk di Kota Bengawan, traffic pusat perbelanjaan terpantau landai. Artinya, masyarakat tidak terpengaruh dan tak melakukan panic buying.

“Sampai sekarang traffic pengunjung masih normal. Tidak terlihat ada lonjakan pengunjung mendekati PSBB (PPKM, Red)," kata store manager salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bengawan Willybrodus Adityawan kepada Jawa Pos Radar Solo. 

Meski demikian, Willy menuturkan tidak menutup kemungkinan jika terjadi peningkatan okupansi menjelang hari-H pemberlakuan PPKM besok. Pihaknya tetap mengantisipasi ketersediaan stok.

"Kami tetap menjaga stok barang agar kalau terjadi peningkatan pengunjung, konsumen tidak kehabisan barang yang dibutuhkan. Tentunya kami juga selalu menjaga protokol kesehatan agar tetap berjalan," jelasnya.

Kondisi yang sama juga terjadi di pusat perbelanjaan di Solo Paragon Lifestyle Mall. Chief Marcomm Solo Paragon Lifestyle Mall Veronica Lahji mengatakan, tingkat kunjungan masih normal. Malah cenderung landai. “Biasa saja. Tidak ada aktivitas belanja yang berlebihan seperti panic buying," ujarnya.

Terpisah, Public Relations Officer The Park Mall Solo Baru Christina Tri Mawardi menuturkan, di pusat perbelanjaan setempat tidak ada peningkatan pengunjung. Traffic kunjungan masih normal seperti biasa. 

"Biasa saja. Tidak seperti waktu dulu, awal-awal PSBB. Sekarang sepertinya tidak ada yang panic buying," pungkasnya. (aya/wa/ria)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news