alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Kuliner Malam Wajib Tutup Pukul 19.00 selama PPKM: Delivery Order Saja

09 Januari 2021, 22: 39: 09 WIB | editor : Perdana

Petugas Satpol PP Surakarta menertibkan pengunjung kuliner malam yang abai physical distancing, beberapa waktu lalu.

Petugas Satpol PP Surakarta menertibkan pengunjung kuliner malam yang abai physical distancing, beberapa waktu lalu. (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 11-25 Januari, pemkot bakal menerapkan jam malam untuk sebagian besar aktivitas warga Kota Bengawan. Untuk itu, pedagang kuliner yang memulai aktivitas pada malam hari diharapkan bisa mengarahkan pelanggan agar tidak makan di tempat, namun memanfaatkan layanan delivery order.

Sekretaris Daerah Kota Surakarta Ahyani mengatakan, pengetatan tidak akan jauh beda dengan pembatasan-pembatasan kegiatan yang sebelumnya sudah diterapkan di Kota Solo. Pembatasan kegiatan sebelumnya yang dimaksud yakni merujuk pada Perwali dan Surat Edaran tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protrokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disesase 2019 di Kota Surakarta yang telah diperbarui selama beberapa kali.

“Semua itu sudah terakomodasi di perwali. Hanya tinggal memperbarui dengan surat edaran (SE) untuk menyesuaikan masalah teknis,” kata Ahyani.

Disinggung soal operasional kuliner malam selama PPKM dilakukan, Ahyani mengatakan, aturannya tetap disesuaikan dengan ketentuan dari pemerintah pusat. Artinya pusat perbelanjaan modren, kuliner, dan bisnis hiburan wajib menghentikan operasional pada pukul 19.00.

“Warung, perbelanjaan, mal, hiburan, dan sebagainya tetap kami tutup pukul 19.00. Ini berlaku juga untuk pusat kuliner malam seperti Galabo dan lainnyan tidak ada pembeda. Sekarang pukul 19.00 batas akhirnya, sudah ditetapkan pusat. Setelah itu layanannya bisa delivery order atau take away,” papar dia.

Ia berharap masyarakat dan pelaku usaha bisa memahami konsep pembatasan ini. Paling tidak sampai dua minggu ke depan. Ini dilakukan demi memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kota Solo.

“Selama 2 minggu ini kita jaga dulu lah, maksimalkan lewat delivery order atau take away dulu. Kalau stimulus untuka pedagang, belum dulu karena masih ada bantuan subsidi lain, seperti bantuan sosial tunai dan lainnya,” terang Ahyani.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menambahkan, instruksi dari pusat adalah 25 persen boleh makan di tempat, sementara sisanya harus dibawa pulang. “Perkara semuanya mau memprotes dan sebagainya, yang penting sudah melaksanakan,” tutup Rudy. (ves/ria)


(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news