alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Penerapan PPKM, Polresta Solo Bentuk Tim Khusus Awasi Kampung-Kampung

11 Januari 2021, 08: 40: 49 WIB | editor : Perdana

Tim gabungan menggelar operasi masker di kawasan Jurug, beberapa waktu lalu. Para pelanggar diberi sanksi membersihkan lingkungan.

Tim gabungan menggelar operasi masker di kawasan Jurug, beberapa waktu lalu. Para pelanggar diberi sanksi membersihkan lingkungan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Polresta Surakarta membentuk tim khusus untuk mengawal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai Senin (11/1) ini hingga 25 Desember. Jika nekat melawan petugas, maka akan diseret ke ranah pidana.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, tim khusus ini diberi nama tim pedisiplinan masyarakat. Tim ini digawangi Satuan Binmas Polresta Surakarta.

“Jadi sasarannya adalah permukiman masyarakat. Selama ini kami fokus di pusat-pusat keramaian, sehingga penerapan prokes di lingkungan masyarakat kurang terpantau. Nah, dengan adanya tim ini, kami berharap pengawasan di permukiman bisa terpantau dengan baik, sekaligus sosialisasi sadar 3M,” ujar kapolresta.

Setelah rapat koordinasi lintas forkompimda di Loji Gandrung Jumat malam (8/1), kapolresta langsung memerintahkan jajarannya untuk membantu penuh dalam menegakkan disiplin masyarakat sesuai dengan aturan yang tertuang dalam SE Wali Kota No. 67/36 Tahun 2021 tentang PPKM Kota Surakarta.

“Kabag ops dan kasat sabhara sebagai koordinator untuk mengoperasionalkan tim TPK (tim pengurai kerumunan) di tingkat kota dengan unsur TNI-Polri, dan satpol PP. Sedangkan di tingkat kecamatan koordinatornya masing-masing kapolsek," kata Ade.

Ade juga sudah memerintahkan kasatreskrim agar menyiagakan tim penyidik kerumunan apabila nanti terdapat perlawanan terhadap petugas TPK saat melaksanakan tugas di lapangan selama PPKM. 

“Apabila unsur hukum terpenuhi, bukti cukup, saksi ada, maka tidak menutup kemungkinan, yang bersangkutan bisa menjadi tersangka,” tegas Ade.

Satu satuan setingkat kompi (SSK) juga sudah disiapkan guna pelaksanaan operasi yustisi selama masa PPKM ini. “Langsung kami beri sanksi bagi yang melanggar, mengingat operasi ini sudah sering kami laksanakan. Untuk operasi kami masifkan tiga kali sehari dan bisa dilaksanakan di beberapa titik," kata Ade.

Terpisah, Danrem 074/Warastrama Kolonel Inf Rano Adolf Tilaar sudah meminta para dandim di eks Karesidenan Surakarta berkooridinasi dengan pemkab masing-masing. Terutama mengajak para bupati agar memanfaatkan Asrama Haji Donohudan sebagai lokasi isolasi. 

“Hingga saat ini kapasitas Asrama Haji Donohudan baru terisi 10 persen dari total kapasitas. Pemerintah dan masyarakat di eks Karesidenan Surakarta masih kurang perhatian untuk memanfaatkan tempat ini sebagai tempat isolasi. Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa rumah sakit-rumah sakit penuh,” tuturnya. (atn/bun/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news