alexametrics
Senin, 25 Jan 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Baru Diaspal, Jalur Evakuasi Merapi Rusak Lagi: Penyebabnya Truk Pasir

11 Januari 2021, 08: 51: 27 WIB | editor : Perdana

Kondisi jalur evakuasi di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten kembali mengalami kerusakan usai ditambal.

Kondisi jalur evakuasi di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten kembali mengalami kerusakan usai ditambal. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Jalur evakuasi utama pengungsi Merapi sampai kini kondisinya tetap amburadul. Padahal, jalur ini sangat vital apabila erupsi semakin mengingkat dan mengarah ke Klaten. Pemerintah setempat tak kunjung memperbaiki meski kerusakan ini sudah lama terjadi.

Seperti di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III. Tidak jauh dari SDN 1 Sidorejo, terdapat ruas jalan yang baru saja dilakukan pemeliharaan dengan penambalan pada November 2020 dengan alokasi APBD Rp 500 juta. Yakni jalan dari Dusun Kaliwuluh hingga Kantor Desa Sidorejo. Namun, belum juga selang tiga bulan, aspal tersebut sudah mulai mengelupas.

Kondisi jalan hanya menyisakan pasir dan batu yang bisa membuat pengendara tergelincir jika tidak menguasai medan. Total jalur evakuasi utama di Desa Sidorejo yang mengalami kerusakan sepanjang 6 km. Hal ini disebabkan seringkali dilintasi truk galian C yang melebihi muatan.

“Kondisi jalur evakuasi sekaligus wisata kini mengalami kerusakan semakin parah. Sebenarnya saya enggan ngomong lagi soal ini karena sudah saya ungkapkan di media dan medis sosial. Tapi kondisinya malah lebih parah, yang justru menjadi ancaman tersendiri bagi warga KRB III,” jelas tokoh masyarakat Desa Sidorejo, Sukiman.

Sukiman juga mempertanyakan, mengapa jalur evakuasi yang ditambal itu cepat sekali mengalami kerusakan. Bahkan, kerusakan sudah terjadi sejak ditinggal oleh tenaga pengaspal. Penyebab utamanya, kata dia, karena truk galian C yang masih lalu lalang meski Merapi sudah berstatus siaga.

“Apa gunanya meminta kami mengungsi kalau kegiatan penambangan masih saja berlangsung. Jika nantinya kami pergi (mengungsi), tapi mereka malah datang untuk mengambil pasir. Katanya gencar untuk mensterilkan jalur evakuasi, apalagi sudah ada surat edarannya, bagaimana tindak lanjutnya,” jelas Sukiman.

Sukiman meminta pemerintah tidak hanya menuntut warga KRB III di Sidorejo untuk mengungsi. Tetap juga harus tegas menegakkan aturan terkait truk muatan pasir yang masih beroperasi. Memang hingga sampai saat ini dari tiga desa di lereng Merapi yang masuk KRB III hanya warga Sidorejo yang mengungsi di tempat evakuasi sementara (TES).

Keluhan terkait jalur evakuasi mengalami rusak parah juga diungkapkan oleh warga Sidorejo lainnya, Poto, 40. Dia menilai jalur ini cukup membahayakan jika dilalui kendaraan bermotor. Oleh karena itu, dia berharap agar jalur evakuasi segera ini segera diperbaiki.

“Seharusnya muatan pasir yang diangkut hanya 6 kibik, tapi nyatanya mereka membawa hingga 13 kibik. Jadi jalan yang belum lama diperbaiki menjadi rusak kembali,” ucap Poto.

Dia menambahkan, sampai saat ini masih saja truk galian C dari berbagai daerah melintas di lereng Merapi. Mereka berasal dari Kabupaten Demak, Pati, Sragen, Boyolali, Sukoharjo, dan Semarang. Agar jalur evakuasi tidak cepat rusak harus dilakukan pengecoran beton seperti yang ada saat ini.

Bupati Klaten Sri Mulyani mengungkapkan, pemkab telah berupaya melakukan perbaikan jalur evakuasi pada 2020, tetapi anggaran terkena refocusing. Sedangkan pada tahun ini juga sudah dianggarkan, tetapi belum maksimal.

“Jalur evakausi tidak menjadi masalah utama karena masyarakat Kemalang itu tentu tahu betul medannya. Mereka sudah mempersiapkan jalur-jalur sendiri apabila terjadi erupsi Merapi yang bisa membahayakan jiwa,” ujarnya. (ren/bun/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news