alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

PPKM, Penumpang Transportasi Umum Dibatasi 50 Persen: Ini Aturannya

11 Januari 2021, 09: 16: 21 WIB | editor : Perdana

Bus AKAP menunggu penumpang di Terminal Sukoharjo Kota.

Bus AKAP menunggu penumpang di Terminal Sukoharjo Kota. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Menindaklanjuti pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk pengendalian penyebaran Covid-19, jam operasional transportasi umum di Karanganyar dibatasi hingga pukul 18.00. Selain itu, pelayanan untuk perizinan bidang ini hanya dilayani selama 2 jam.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukoharjo Toni Sri Buntoro mengatakan, pihaknya telah menerima surat edaran (SE) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Nomor 443.5/0000430 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Sektor Transportasi Darat dalam rangka mendukung pengendalian penyebaran Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah.

SE itu menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tanggal 6 Januari 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan SE Gubernur Jawa Tengah Nomor 443.5/0000429 tanggal 08 Januari 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dan Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah.

”Pembatasan jam operasi angkutan penumpang perkotaan, pedesaan, dan taksi dimulai pukul 05.00 sampai 20.00. Lalu, pelayanan angkutan aglomerasi perkotaan dimulai pukul 05.00 sampai 18.00 (pemberangkatan bus terakhir dari asal perjalanan), dan pelayanan angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan antar-jemput dalam provinsi (AJDP) dimulai pukul 05.00 sampai 18.00 (pemberangkatan bus terakhir dari asal perjalanan),” kata Toni.

Kemudian, ada pembatasan kapasitas penumpang angkutan AKDP, AJDP, taksi, angkutan aglomerasi perkotaan, angkutan perkotaan, dan angkutan pedesaan maksimal 50 persen.

”Penerapan protokol kesehatan pada sarana dan prasarana angkutan umum juga harus diterapkan,” bebernya.

Menurut Toni, dalam SE itu juga sudah diatur agar pengelola terminal melakukan penyemprotan disinfektan pada wilayah terminal penumpang minimal sekali dalam sehari sebelum atau setelah operasional. Bagian lain yang disemprot yakni fasilitas yang sering disentuh oleh umum. Seperti kursi penumpang dan handle pintu, kegiatan ini dapat dilakukan bekerja sama dengan operator angkutan.

”Petugas di terminal harus dilengkapi dengan masker, sarung tangan, dan atau alat pelindung diri. Dan petugas yang berhubungan langsung dengan masyarakat memakai face shield,” ujarnya.

Kemudian, diatur juga mengenai operator angkutan agar melakukan penyemprotan disinfektan terhadap armadanya di pool masing-masing sebelum dan setelah mengoperasikan kendaraannya. Serta menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan.

”Pelayanan perizinan sektor transportasi juga dibatasi, yakni dilaksanakan mulai pukul 08.00-10.00, selama 2 jam. Pembatasan kegiatan sektor transportasi darat berlaku mulai 11-25 Januari 2021,” jelasnya.

Terpisah, Koordinator Terminal Sukoharjo Kota Agung Cahyono Hadi mengatakan, mulai Senin ini pihaknya akan melakukan penyemprotan disinfektan sesuai dengan petunjuk teknis dari pemerintah provinsi.

"Sebelum diberlakukan PPKM pun, kami sudah rutin melakukan penyemprotan disinfektan dan memperketat protokol kesehatan di area terminal Sukoharjo kota," papar Agung. (kwl/adi/ria)

Aturan Baru Operasional Angkutan Umum:

• Angkutan Perkotaan, Perdesaan, dan Taksi : Pukul 05.00-20.00

• Angkutan Aglomerasi Perkotaan : Pukul 05.00-18.00*

• Angkutan AKDP dan antarjemput dalam provinsi (AJDP) : pukul 05.00-18.00*

• Penumpang Maksimal 50 Persen

*) pemberangkatan bus terakhir dari asal perjalanan

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news