alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Ganjar Instruksikan RS Tambah Kamar ICU Covid, Minimal Ada 15 Bed

11 Januari 2021, 15: 56: 51 WIB | editor : Perdana

Rapat rutin penanganan Covid-19 Pemprov Jateng.

Rapat rutin penanganan Covid-19 Pemprov Jateng.

Share this      

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan rumah sakit menambah kapasitas ruang rawat intensif (ICU) untuk perawatan Covid-19. Minimal setiap rumah sakit harus memiliki 15 tempat tidur atau bed.

Ganjar menyebut masih ada rumah sakit yang memiliki tempat tidur di ruang ICU kurang dari 15 unit. "Ini masih ada ketersediaan tempat tidur yang kurang dari 15. Banjarnegara delapan, Batang malah cuman satu," ujarnya, usai rapat rutin penanganan Covid-19, Senin (11/1).

Menurutnya, semua rumah sakit sebetulnya telah memiliki ruang rawat intensif. Namun, yang digunakan untuk perawatan Covid-19 masih minim. 

Ganjar meminta jajarannya segera bertindak, melakukan pengecekan dan mendorong rumah sakit sigap. Penambahan tempat tidur di ruang ICU ini sangat mendesak, guna penanganan pasien Covid-19 bisa maksimal.

Ganjar pun telah memiliki data daftar rumah sakit yang memiliki tempat tidur kurang dari 15.  Di antaranya, Blora empat, Boyolali enam, Brebes 14, Demak tujuh, Grobogan enam, Jepara dua. Karanganyar empat, Kendal empat, Kota Pekalongan dan Kota Salatiga tujuh, Magelang 12, Pati 13, Pekalongan enam, Purbalingga empat, Purworejo empat, Sragen sembilan, Kabupaten Tegal 14, Temanggung sembilan, Wonogiri delapan, Wonosobo tujuh.

"Di Kota Semarang sudah ada 124 tempat tidur, Kota Surakarta 110. Kebumen 25, atau Banyumas 61, cukup banyak. Maksud saya di daerah ini (kurang ICU) mesti ditingkatkan tempat tidurnya. Ini yang kami coba dorong agar peningkatan betul-betul siap dikaver oleh rumah sakitnya," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, akan mendorong rumah sakit di daerah untuk menambah ruang rawat intensif bagi penderita Covid-19.

"Kalau dilihat dari tingkat keterisian provinsi, angkanya 60 persen, bahkan di bawah 60 persen. Namun, untuk beberapa kabupaten kota penyediaannya masih sedikit," jelas Yuli.

Ia menyebut, di beberapa kabupaten dan kota memang memiliki cukup banyak ruang ICU non Covid-19. Namun, untuk mengubahnya menjadi ruangan khusus, dibutuhkan persyaratan yang ketat. Berbeda dengan penyediaan ruang isolasi, yang cenderung lebih mudah.

Vaksin Covid-19 Masih di Gudang

Sementara itu, terkait vaksinasi Covid-19, Yuli menyebut saat ini vaksin masih berada di fasilitas cold storage milik Pemprov Jateng. Karena hingga kini pihaknya masih menunggu izin edar atau emenrgency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Makanan dan Obat (BPOM).

Begitu izin edar keluar, langsung dilakukan pendistribusian vaksin ke kota/kabupaten. Untuk distribusinya pun tidak memerlukan rantai pasok yang panjang.

"Untuk di Jateng sehari bisa secara simultan. Jadi nanti dalam satu hari bisa," urainya.

Setelah vaksin sampai di kota/kabupaten, domain distribusi akan berada di bawah dinas kesehatan pemkab atau pemkot masing-masing. Untuk kemudian disalurkan ke fasilitas kesehatan. 

Bila sesuai jadwal, proses vaksinasi akan dimulai pada pertengahan pekan ini. Selain petugas kesehatan, gubernur juga akan menjalani vaksinasi perdana.

"Selain petugas kesehatan, ada tiga kelompok. Pertama pimpinan daerah, lalu kelompok organisasi profesi, dan tokoh-tokoh agama, calon-calonnya sudah kami data calonnya ada 10," pungkas Yuli. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news