alexametrics
Senin, 18 Jan 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo
Kasus Penembakan Mobil Alphard di Solo

Temukan Foto-Foto Kakak Ipar di Gudang, Bayar Orang untuk Jebak Korban

12 Januari 2021, 13: 27: 24 WIB | editor : Perdana

Saifuddin, pengacara korban penembakan Toyota Alphard.

Saifuddin, pengacara korban penembakan Toyota Alphard. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Masih ingat dengan kasus penembakan mobil Toyota Alphard yang ditumpangi seorang pengusaha wanita, IN,72, dengan pelaku adalah saudara iparnya sendiri? Saat ini, proses hukum penembakan Alphard dengan nopol AD 8945 JP oleh tersangka LK, 72, itu terus berjalan. Pengacara IN, Saifuddin menyebut tersangka sudah memiliki niatan menghabisi kliennya.

Hal tersebut mengacu ditemukannya foto-foto IN yang terpasang di tembok gudang di Jalan Mongonsidi, sekaligus tempat kejadian perkara penembakan.

Informasi itu diterima Saifuddin dari pihak Satreskrim Polresta Surakarta. “Gudang yang dikatakan rumah walet oleh tersangka ini terdapat semacam basement. Temboknya dipasangi foto-foto wajah klien kami yang diduga dijadikan target tembak. Di lokasi, polisi juga menemukan rantai serta borgol. Begitu informasi yang kami dapat," ungkapnya.

Pihak korban membantah bahwa tersangka melakukan aksi penembakan karena sopir IN menabrak LK. "Itu tidak sesuai fakta. Saat kejadian, mobil yang ditumpangi klien kami melaju mundur, sedangkan posisi pelaku ada di depan. Kalau menabrak pasti ada bekasnya, dan tidak mungkin pelaku bisa menembak. Pasti sudah jatuh duluan," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Saifuddin, tembakan tersangka mengarah kepada sopir maupun IN, sehingga memang di situ sudah ada niatan menghabisi nyawa IN.

Ditambahkan pengacara yang berkantor di Jalan R.A. Kartini No. 3 Banjarsari, tersangka beberapa kali menghubungi IN untuk datang ke gudang, namun ditolak. LK lalu menyuruh orang lain menjemput IN guna dibawa ke gudang di Jalan Monginsidi. Itu terjadi pada November 2020.

"Pertama, tersangka meminta bantuan rekannya. Orang suruhannya ini datang ketika klien kami sedang makan siang. Sudah ditolak, namun tetap dipaksa. Karena terjadi keributan, orang suruhan tersebut lantas diamankan satpam dan klien kami langsung mendapat perlindungan," bebernya.

Selang beberapa hari, imbuh Saifuddin, LK menyuruh seseorang berinisial S yang juga kenal dengan IN untuk membawanya ke gudang dengan iming-iming Rp 400 juta bila berhasil. Untuk meyakinkan, LK memberi uang sebesar Rp 10 juta kepada S. Namun juga gagal terlaksana.

"Hingga akhirnya dia (tersangka) mencegat klien kami ketika melintas di daerah Kepunton. Klien kami berhenti karena di situ ada istri tersangka yang juga adik IN. Sopir klien kami lalu diarahkan menuju gudang tersebut. Untungnya sopir curiga dengan gelagat LK dan berhasil kabur meminta pertolongan dengan masuk markas Brimob," ungkapnya. 

Terkait kondisi IN saat ini, disebut Saifuddin sudah tenang. Namun, IN masih tidak percaya bahwa LK berusaha hendak membunuhnya. “Selama ini ketika adiknya ke rumah minta bantuan, pasti dibantu oleh ibu IN. Ketika memberi Rp 1 miliar tidak pernah dianggap utang oleh klien kami," terang dia.

Berkaca dari informasi yang diterima Saifuddin, pihaknya menduga dalam kasus ini tidak hanya melibatkan LK. Karena sudah tersusun rapi dan terkesan disiapkan. "Namun itu tupoksi penyidik. Kami serahkan semuanya kepada pihak kepolisian," pungkas Saiffudin. (atn/wa/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news