alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Predator Seks Asal Jatisrono Ditangkap, Perdayai 7 Pelajar Pria

12 Januari 2021, 13: 47: 20 WIB | editor : Perdana

Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing didampingi Kasatreskrim Polres Wonogiri Iptu Ghala Rimba Doa Sirrang saat menanyai tersangka Pa.

Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing didampingi Kasatreskrim Polres Wonogiri Iptu Ghala Rimba Doa Sirrang saat menanyai tersangka Pa. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Predator anak dari Wonogiri tertangkap. Pelaku diketahui juga pernah menjadi korban pencabulan.

Polres Wonogiri berhasil mengungkap pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Tersangka berinisial Pa alias Ed, 44, warga Dusun Ngadipiro RT 03 RW 07, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono.

Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing didampingi Kasatreskrim Polres Wonogiri Iptu Ghala Rimba Doa Sirrang mengatakan, setidaknya sudah ada tujuh korban yang dicabuli tersangka. Di antaranya DS, 16; AMT, 16; RK, 17; IW, 16; KR, 16; BAN, 16; dan HP,16. Seluruh korban Pa berjenis kelamin laki-laki. Selain itu, korban seluruhnya juga masih pelajar.

"Yang bersangkutan ini bekerja sebagai orang pintar atau paranormal. Modusnya membujuk rayu kepada anak-anak," kata kapolres saat jumpa pers di halaman Mapolres Wonogiri, Selasa (12/1).

Saat merayu para korban, Pa menyebut bahwa mereka memiliki masa depan yang cerah. Hal itu bisa terjadi apabila aura para korban dibuka. Akhirnya, korban yang termakan rayuan pelaku berhasil dicabuli.

"Pa melakukan aksi tersebut di rumahnya," jelas kapolres.

Terungkapnya kasus tersebut yakni setelah ada laporan ke kepolisian. Mulanya korban DS dan AMT melaporkan kepada orang tuanya, bahwa mereka menjadi korban dari aksi bejat Pa.

Orang tua korban pun melaporkan kepada pihak berwajib. Polisi akhirnya langsung terjun untuk menangkap pelaku di rumahnya. Barang bukti berupa pakaian korban juga telah diamankan oleh polisi.

Polisi saat ini juga masih menyelidiki terkait adanya potensi korban lain, apakah itu korban anak-anak maupun yang sudah dewasa. Sebab, Pa juga disebut telah menjalankan praktik paranormal selama 10-15 tahun.

"Berdasarkan keterangan dari pelaku, dia juga pernah menjadi korban pencabulan juga oleh seorang guru di Jatisrono. Waktu itu, pelaku masih berumur 15 tahun," kata Kapolres.

Akibat perbuatannya, saat ini tersangka Pa sudah ditahan di Mapolres Wonogiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan juga tersangka, Pa telah memenuhi unsur dalam Pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 perubahan kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 292 KUHPidana.

"Ancaman hukumannya penjara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara," pungkas kapolres. (al/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news