alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Predator Seks Asal Jatisrono Pernah Jadi Korban Pencabulan

13 Januari 2021, 07: 31: 28 WIB | editor : Perdana

Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing didampingi Kasatreskrim Polres Wonogiri Iptu Ghala Rimba Doa Sirrang saat menanyai Pa.

Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing didampingi Kasatreskrim Polres Wonogiri Iptu Ghala Rimba Doa Sirrang saat menanyai Pa. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Predator seks asal Jatisrono yang telah mencabuli tujuh pelajar laki-laki, Pa, 44, diketahui memiliki masa lalu kelam. Dia juga pernah menjadi korban pencabulan saat usianya masih remaja.

Wajah Pa tertunduk lesu saat digiring ke halaman Mapolres Wonogiri. Saat ditanyai Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing, suaranya terkadang terdengar parau. Pa mengaku selama ini bekerja sebagai pedagang. Namun, dia juga tak menampik bahwa seringkali ada orang yang datang untuk meminta tolong padanya. Ya, selain berdagang, dia juga dukun atau paranormal.

"Dulu saya sering dititipi anak yang nakal, sering bolos sekolah. Kemudian mereka saya didik dan saya arahkan," ungkapnya.

Dia mengaku, anak-anak itu tidak dicabulinya. Baru akhir-akhir ini dia melakukan pencabulan kepada korbannya.

Dia bercerita bahwa pernah menjadi korban pencabulan pada saat masih belia. Saat itu, usianya masih sekitar 15 tahun.

"Kalau sekolah mungkin waktu itu SMP. Saya ini kelahiran tahun 77," kata pria tamatan SD ini.

Berdasarkan pengakuannya kepada polisi, Pa pernah menjadi korban pencabulan beberapa kali. Kali pertama, dia menjadi korban pencabulan oleh seorang oknum guru saat usianya masih belia.

Setelah itu, beberapa kali dia menjadi korban pencabulan saat usianya sekitar 16 hingga 17 tahun. Pelaku pencabulan terhadapnya pun berbeda.

"Dulu sering mendapatkan ancaman. Sampai sekarang, kalau dengar suara keras saya takut," kata dia.

Meskipun korbannya semua adalah laki-laki, Pa mengaku bahwa dia menyukai lawan jenis. Dia mengatakan sempat akan menikah dengan perempuan pujaan hatinya. Namun, pujaan hatinya itu lebih memilih pria lain saat dia pergi bekerja.

Suaranya bergetar saat dia meminta maaf kepada keluarga korban. Meski wajahnya tertutup masker kain dan penutup wajah, matanya terlihat sembab.

"Kepada orang tua korban dan juga korban, saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Saya benar-benar khilaf. Dan saya mohon saya diberi ampunan dan diberi kekuatan," kata dia.

Pa juga meminta agar didoakan mendapatkan keringanan hukuman. Dia bersumpah, setelah ini akan kembali ke jalan yang lurus. Dia merasa seperti tidak sadar saat melakukan aksi pencabulan terhadap tujuh orang pelajar di Wonogiri itu.

Meskipun begitu, proses hukum tetap berjalan. Kepolisian masih melakukan penyelidikan apakah ada korban-korban lain yang termakan bujuk rayu dari Pa.

Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing meminta apabila ada warga Wonogiri yang menjadi korban pencabulan untuk segera melaporkan kepada polisi.

"Langsung laporkan kepada kami. Kami jamin keamanan dan kerahasiaan korban," tegas kapolres. (al/ria)


(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news