alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Iri dengan Aturan Jam Malam Solo, PKL Sukoharjo Ogah Tutup Pukul 19.00

13 Januari 2021, 15: 39: 51 WIB | editor : Perdana

Personel gabungan menggelar operasi di tempat keramaian dan kuliner wilayah Mojolaban, Senin (11/1).

Personel gabungan menggelar operasi di tempat keramaian dan kuliner wilayah Mojolaban, Senin (11/1). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Kota Makmur enggan menutup lapaknya pada pukul 19.00, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) 11-25 Januari. Mereka ingin teknis penerapan PPKM seperti di Kota Solo.

Sekadar informasi, dalam Surat Edaran Wali Kota Surakarta Nomor 067/036 tentang PPKM untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 disebutkan perubahan jam operasional warung makan, rumah makan, kafe, restoran, PKL, lapak jajanan, dan pusat kuliner.

Sebelumnya mereka hanya boleh beroperasi mulai pukul 10.00-19.00. Namun, dalam aturan baru, warung, rumah makan, restoran, PKL, lapak jajanan, dan pusat kuliner diperbolehkan beroperasi sesuai jam operasional masing-masing. Namun, kapasitas konsumen yang makan di tempat dibatasi hanya 25 persen, lainnya makanan dibawa pulang. 

"Kami minta aturan PPKM di Sukoharjo bisa seperti Kota Solo. Wali kotanya membuat aturan yang masih memanusiakan manusia," ujar Abel, pengelola food center di kawasan Dompilan, Sukoharjo Kota.

Abel menilai, pelaksanaan PPKM di Kota Makmur tidak sesuai dengan instruksi pemerintah pusat karena dipukul rata, termasuk PKL harus tutup pukul 19.00. “Padahal di instruksi mendagri, yang tutup jam 7 malam adalah mal, toko modern, kafe. Kalau PKL atau warung makan kan tidak,” bebernya. 

Sebab itu, Abel, PKL, dan pedagang kuliner malam lainnya berharap Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya bisa merevisi teknis pelaksanaan PPKM. Mengingat dampaknya cukup besar bagi wong cilik.

"Warung hik (angkringan) jam 17.00 baru buka, terus jam 19.00 disuruh tutup, keluarganya yang mau menghidupi siapa," keluhnya.

Dengan alasan tersebut, Abel tetap membuka tempat usahanya seperti biasa. Namun mengutamakan protokol kesehatan dan pembatasan pembeli yang makan di tempat. 

Terpisah, Penjabat Sekda Sukoharjo Budi Santoso menegaskan, pemkab tidak akan mengubah aturan teknis PPKM. PKL, warung makan tetap harus tutup pukul 19.00. Itu karena pemkab berusaha maksimal menekan penyebaran Covid-19. 

"Angka penularan dan angka kematian (akibat Covid-19) masih tinggi. Di atas rata-rata nasional dan Jateng," tegas dia.

Bagaimana jika ada pedagang yang melanggar aturan tersebut? Budi mengatakan, Sukoharjo telah memiliki peraturan daerah, peraturan bupati, dan surat edaran, itu yang akan ditegakkan. Namun, sementara ini penindakan masih dilakukan secara persuasif.

"Tiap hari satgas pendisiplinan dan penegakkan peraturan patroli. Ketika sudah dua sampai tiga kali melanggar, kami tegakkan hukuman denda dan pidana," pungkasnya. (kwl/wa/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news