alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Dihipnotis, Harta Lansia Ludes: Pelaku Nyamar Petugas Survei Bantuan

14 Januari 2021, 07: 30: 42 WIB | editor : Perdana

Lansia yang jadi korban hipnotis bersedih karena hartanya dikuras pelaku.

Lansia yang jadi korban hipnotis bersedih karena hartanya dikuras pelaku. (ISTIMEWA)

Share this      

WONOGIRI - Netizen Wonogiri digegerkan adanya dugaan tindak kejahatan hipnotis, yang kejadiannya diviralkan di media sosial. Korbannya adalah seorang lansia asal Watuagung, Kelurahan Sidokarto, Kecamatan Girimarto.

Disebutkan, perempuan yang telah lanjut usia itu dihipnotis. Harta benda berupa uang tunai yang ditaksir senilai Rp 3 juta dan perhiasan emas raib digondol orang tak dikenal.

Camat Girimarto Rujito saat dikonfirmasi mengatakan, dia telah mendapatkan informasi terkait kejadian dugaan hipnotis tersebut. Hal itu telah ditindaklanjuti oleh kepolisian.

"Saat ini kasus tersebut sedang ditangani dan ditindaklanjuti oleh Polsek Girimarto," ungkap Rujito.

Kejadian itu bermula ketika pada Rabu (13/1) siang, ada orang asing yang mengaku akan melakukan survei terkait bantuan yang bisa diterima korban. Selain itu, pelaku meminta korban menyimpan harta bendanya sendiri.

"Informasi yang saya dapatkan, pelaku ini juga bilang kalau petugas survei bantuan melakukan pengecekan. Dan diketahui kalau korban punya uang dan emas, nanti tidak jadi dapat bantuan," papar Rujito.

Untuk memuluskan aksinya, pelaku pun meminta korban untuk membuka semua pintu dan jendela rumah. Setelah itu, pelaku juga memotret kondisi rumah korban seperti melakukan survei.

Diduga, saat korban menyimpan harta bendanya, pelaku sudah mengintai. Jadi menurut camat, kasus tersebut bukanlah gendam, melainkan semacam kasus penipuan.

"Tapi korban juga manut saja. Mungkin juga bisa masuk ke pencurian," jelas Rujito.

Setelah mengetahui harta bendanya raib, korban pun langsung histeris. Atas kejadian ini, camat mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati. Apalagi saat didatangi tamu orang asing.

"Syukur-syukur kalau bilang RT setempat saat ada tamu orang asing. Kalau orang tidak dikenal ya harus hati-hati. Kita tidak mau kejadian seperti ini terulang," tandas Rujito. (al/ria)


(rs/ria/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news