alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Hari Ini Vaksinasi Tahap Pertama di Solo, Nakes: Rasanya Dag Dig Dug

14 Januari 2021, 08: 45: 12 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi para nakes Kota Solo saat melakukan rapid test warga di Joyotakan, beberapa waktu lalu.

Ilustrasi para nakes Kota Solo saat melakukan rapid test warga di Joyotakan, beberapa waktu lalu. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SOLO - Vaksinasi Covid-19 tahap pertama untuk para tenaga kesehatan (nakes) di Solo mulai dilakukan hari ini (14/1). Sejumlah nakes mengaku dag dig dug menunggu jatah vaksinasi mereka. Meski sedikit resah, semua mengaku siap untuk menyukseskan vaksinasi Covid-19 di Kota Solo.

Salah seorang perawat ICU RSUD Moewardi, Muhammad Azmi Fauzi, 28, mengatakan, dirinya sudah terdaftar untuk vaksinasi Covid-19 tahap pertama ini. Namun, antara dirinya dengan kawan sesama nakes lain memiliki jadwal yang berbeda-beda untuk menjalani vaksinasi tersebut.

"Jadwal untuk vaksinasi dengan kawan-kawan memang berbeda-beda. Kalau saya sendiri ambil di 29 Januari 2021 karena memang saya sesuaikan dengan jadwal kerja istri (bidan di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Boyolali),” kata dia, Rabu (13/1).

Secara pribadi, Azmi mengaku deg-degan menjelang vaksinasi ini. Hatinya pun terasa dag dig dug menanti jatah vaksinasi yang akan dijalani. Meski demikian, dia tetap melakukan vaksinasi. Karena sebagai seorang nakes, Azmi mrnyadari memang perlu untuk divaksinasi agar kekebalan tubuhnya meningkat dan tidak mudah terpapar Covid-19.

"Kalau ngobrol bareng kawan-kawan sih sebetulnya banyak yang takut, waswas dengan keberhasilan vaksinasi ini dalam mengatasi Covid-19. Tapi kalau saya sendiri pilih ikut saja, walau tidak 100 persen bisa melindungi dari virus corona. Harapannya ya semoga dengan vaksinasi ini nakes-nakes bisa memiliki kekebalan tubuh yang tinggi,” papar Fauzi.

Perasaan waswas juga diungkapkan oleh salah soerang perawat RSUI Kustati, Hary Poerwanto, 38, atau yang akrab disapa Nining. Namun, rasa deg-degan yang dia rasakan bukan karena takut dengan ketidakefektifan vaksin Sinovac itu. Tapi lebih karena jarum suntik yang tajam.

“Aku takutnya bukan sama vaksinnya, tapi masalah jarumnya. Walaupun bergelut dengan jarum suntik, terus terang aku takut disuntik. Kalau bisa memilih, pilih tidak divaksin karena takut sama jarumnya,” kelakar dia.

Meski demikian, dirinya siap lahir batin untuk mengikuti vaksinasi sesuai arahan dari pemerintah. Meski sampai saat ini dirinya masih belum mendapatkan SMS blast, seperti yang sudah diterima rekan kerja sesama nakes terkait pendaftaran vaksinasi tersebut.

“Kalau mereka memang sudah dapat (SMS blast). Sebagian besar dijadwalkan 19 Januari besok di RSUI Kustati. Sedangkan saya malah belum dapat ini," kata Nining.

Selain nakes, vaksinasi tahap pertama ini akan melibatkan sejumlah tokoh yang ada di Kota bengawan. Sedikitnya ada 11 orang yang dijadwalkan untuk dapat mengikuti vaksinasi tersebut. Salah satu orang yang akan divaksin itu adalah seorang jurnalis yang biasa melakukan peliputan di lingkungan Pemkot Surakarta.

“Ada takutnya, sedikit khawatir karena kan ini vaksin baru. Ya mudah-mudahan tidak ada gejala ikutan setelah imunisasi ini,” jelas Maryana.

Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Cabang Surakarta Adjie Suwandono memastikan, IDI mendukung penuh program vaksinasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia. Sesuai maklumat yang dikeluarkan Pengurus Besar IDI, seluruh dokter (anggota IDI) diminta untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 agar terbentuk kekebalan tubuh untuk mencegah risiko terinfeksi Covid-19.

"Prosedur keilmuan melalui uji klinis dan penilaian oleh otoritas Badan POM dan MUI sudah menyatakan bahwa vaksin ini aman, efektif, suci, dan halal. Penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi ini sama pentingnya,” papar Adjie. (ves/ria)

 


(rs/ves/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news