alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Keluarga Korban Laka Sragen Lakukan Swab Tandingan, Curiga Dicovidkan

14 Januari 2021, 19: 54: 58 WIB | editor : Perdana

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen memberi penjelasan kepada keluarga korban.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen memberi penjelasan kepada keluarga korban. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Suasana tegang sempat terjadi di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen, Kamis (14/1). Korban kecelakaan yang sempat dioperasi di RSUD atas nama Ninik Windarti, 30, meninggal dunia dan perlu dilakukan pemakaman sesuai protokol Covid-19. Namun, pihak keluarga sempat menolak.

Bahkan, sempat terjadi adu mulut antara pihak keluarga dengan RSUD. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban Ninik, warga Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo dilarikan ke RSUD Sragen lantaran mengalami kecelakaan pada Sabtu (9/1) lalu. Dan sempat dilakukan operasi. Sesuai ketentuan, sebelum dilakukan tindakan, korban menjalani rapid test Covid-19.

Dalam penanganannya, korban dirapid antibodi dengan sampel darah. Korban sempat menjalani operasi pertama. Namun sebelum dilakukan operasi kedua, korban meninggal dunia.

Permasalahan terjadi saat proses pengembalian jenazah. Sebab, pihak keluarga korban merasa almarhumah tidak tejangkit Covid-19 dan meminta tidak perlu dilakukan pemulasaraan jenazah dengan protokol Covid-19. Namun, dari RSUD menyatakan pemakaman harus sesuai aturan dengan tetap menerapkan protokol Covid-19.

Setelah berdebat dengan pendapat masing-masing, akhirnya diambil jalan tengah. Pemulasaran jenazah tetap menggunakan protokol Covid-19. Namun, dari pihak keluarga juga melakukan swab test dari sampel korban di rumah sakit swasta. Hal itu dilakukan sebagai second opinion terhadap hasil swab test yang dilakukan RSUD.

Pihak keluarga kemudian membawa sampel almarhumah ke Rumah Sakit Hermina Solo untuk dites swab. Perjalanan pengecekan ke Solo dilakukan dengan pengawalan pihak kepolisian.

Kepala Desa (Kades) Jambanan Sugino Welly menyampaikan, Ninik Windarti sudah dimakamkan pagi tadi dengan protokol Covid-19. Welly sendiri termasuk kerabat dari almarhumah. Dia membenarkan dari pihak keluarga meminta sampel dites di rumah sakit berbeda untuk membuktikan bahwa almarhumah tidak Covid-19 dan jangan sampai dicovidkan.

”Perjalanan dikawal pihak keluarga. Yakni ayahnya sendiri Sutardi, 52. Saat membawa sampel juga dilakukan pengawalan oleh pihak kepolisian,” terangnya.

Pihaknya berharap, dari kasus ini manajemen RSUD Sragen bisa lebih baik lagi dalam menangani pasien. Tidak membuat pihak keluarga cemas dan bingung. Selain itu, pelayanan juga harus ditingkatkan.

Sementara Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen Didik Haryanto menyampaikan, sebenarnya permasalahan itu bukan hal besar. Karena pihak RSUD Sragen sudah melakukan proses sesuai standar operasional prosedur (SOP).

”SOP-nya memang dari pusat seperti itu. Sampai tadi Pak sekda dari gugus tugas Covid-19 juga ikut memberi penjelasan,” terangnya.

Penerapan protokol Covid-19 ini sebenarnya untuk melindungi semua orang. Baik petugas, keluarga korban, dan masyarakat. Terkait swab test tandingan, RSUD tidak mempermasalahkan jika pihak keluarga korban ingin lebih memastikan.

”Kami juga mengambil sampel swab test, Besok hasilnya keluar,” terangnya. (din/ria)


(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news