alexametrics
Senin, 18 Jan 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Ratusan Nakes Solo Telah Divaksin, Belum Ada Laporan Kejadian Ikutan

14 Januari 2021, 23: 48: 54 WIB | editor : Perdana

Petugas UPT Puskesmas Ngoresan melakukan pencatatan nakes calon peserta vaksinasi, Kamis (14/1).

Petugas UPT Puskesmas Ngoresan melakukan pencatatan nakes calon peserta vaksinasi, Kamis (14/1). (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Para tenaga kesehatan (nakes) terpantau mulai melakukan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di sejumlah fasilitas kesehatan, Kamis (14/1). Mereka yang telah disuntik akan dijadwalkan untuk vaksinasi lanjutan, dua pekan mendatang.

Vaksinasi tahap pertama untuk nakes Kota Solo dilakukan serentak di 33 faskes yang sudah ditunjuk oleh Pemkot Surakarta. Pelaksanaan vaksinasi itu pun digelar di lokasi yang berbeda dengan pelayanan umum agar tidak bersinggungan dengan masyarakat lain yang hendak berobat. Salah satu faskes lokasi vaksinasi para nakes yakni seperti di UPT Puskesmas Ngoresan.

"Memang kami sediakan lokasi yang terpisah dengan pelayanan umum agar lebih kondusif saat vaksinasi dilakukan,” terang penanggung jawab vaksinasi UPT Puskesmas Ngoresan dr Krisnandar.

Lokasi vaksinasi itu terletak di bagian belakang bangunan utama puskesmas. Akses masuk dibuat berbeda dengan masyarakat yang hendak berobat. Di lokasi vaksinasi itu disediakan empat meja yang memiliki fungsi dan peruntukan berbeda.

Meja pertama untuk regristrasi dan validasi data calon peserta. Meja kedua adalah tahapan skrining untuk mengecek tekanan darah dan riwayat penyakit calon peserta. Meja ketiga untuk vaksinasi. Pserta yang sudah dinyatakan layak menerima vaksin masuk ke ruangan khusus untuk disuntik vaksin Sinovac.

Sementara di meja terakhir atau keempat peserta yang sudah melakukan imunisasi akan diberikan kartu keterangan. Di dalam kartu tersebut sudah ditentukan tanggal untuk vaksinasi kedua selang 14 hari setelah imunisasi pertama.

“Setelah divaksin, nakes ini diminta menunggu 30 menit untuk mengecek kejadian ikutan pasca imunisasi. Sejauh ini belum ada yang mengalami gejala berat,” terang Krisnandar.

Nakes yang sudah menerima vaksinasi kemudian diperbolehkan kembali beraktivitas. Sebagai antisipasi, pihak puskesmas setempat juga memberikan nomor tanggap darurat yang dapat dihubungi sewaktu-waktu jika ada keluhan pasca imunisasi.

“Untuk pengawasan, kami menyediakan nomor darurat. Apabila terjadi sesuatu dapat menghubungi kami. Vaksinasi hari pertama sampai pukul 12.00. Sudah 30 nakes yang divaksinasi, empat nakes ditunda sementara karena tekanan darahnya tinggi (dijadwalkan ulang). Sejauh ini belum ada gejala ikutan yang berat,” kata Krisnandar.

Salah seorang peserta imunisasi, Adinda Sinta, 21, mengaku melakukan vaksinasi di UPT Puskesmas Ngoresan karena lokasinya dekat dari tempat kerjanya. Perawat di RSJD dr Arif Zainudin Surakarta ini datang bersama sejumlah rekan kerjanya untuk melakukan vaksinasi tersebut.

“Soalnya di rumah sakit kami kan tidak menyelenggarakan vaksinasi. Jadi pilih faskesnya di puskesmas yang paling dekat saja. Setelah selesai vaksinasi, kami dapat kartu untuk vaksinasi selanjutnya. Saya dijadwalkan tanggal 28 Januari 2021,” papar dia.

Menurut nakes yang sudah divaksin, mereka tidak merasakan sakit saat vaksinasi dilakukan. Tak ada efek lain selain rasa pegal di lengan kiri, khususnya di sekitar area yang disuntik. Oleh sebab itu, mereka mendorong kawan-kawannya sesama perawat yang belum divaksinasi agar tidak ragu untuk mengikuti imunisasi tersebut.

"Jangan takut, ini kan untuk kesehatan diri sendiri. Tetap semangat,” ucap Nurhayati, 21, perawat RSJD dr Arif Zainudin Surakarta, yang juga melakukan vaksinasi di UPT Puskesmas Ngoresan.

Vaksinasi perdana bagi kelompok nakes juga terpantau lancar di RS Panti Waluyo. Vaksinasi baru dibuka pukul 11.00. Ada 30 nakes yang telah divaksinasi. Mereka baik yang bekerja di rumah sakit setempat maupun nakes dari fasilitas kesehatan lainnya.

“Layanan vaksinasi dimulai pukul 11.00-14.00. Tadi pukul 12.30 sudah selesai semuanya. Vaksinasi hari pertama lancar,” jelas Direktur RS Panti Waluyo dr Julita Ruly Titisasi, MPH

Lancarnya vaksinasi itu lantaran pihak rumah sakit setempat menyediakan lokasi terpisah dengan pelayanan umum lainnya. Vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan di RS Panti Waluyo dilakukan di gedung timur yang selama ini hanya difungsikan sebagai klinik sehat selama pandemi Covid-19 berlangsung.

“Memang kami pisah agar tidak bersinggungan dengan pasien lainnya. Kuota maksimal kami 30 peserta tiap harinya dan sampai saat ini jadwal untuk vaksinasi nakes sudah full (penuh) sampai 27 Januari 2021. Kami harap vaksinasi bisa berjalan lancar dan tidak ada kendala,” papar dia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta Siti Wahyuningsih menilai, pelaksanaan vaksinasi hari pertama bagi nakes berjalan lancar. Selama pelaksanaan vaksinasi dilangsungkan, dirinya bersama rombongan dinkes dan Bagian Humas Pemkot Surakarta meninjau langsung sejumlah puskesmas dan rumah sakit penyelanggara vaksinasi. Hasil pantauan sementara semua berjalan dengan kondusif.

"Sebanyak 33 faskes kami melakukan vaksinasi dengan baik. Hari pertama lancar, mudah-mudahan seterusnya juga tidak ada kendala. Sejauh ini belum ada laporan kendala yang tidak diinginkan untuk kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Mudah-mudahan juga tidak ada laporan,” tutup kepala dinkes. (mg1/ves/ria)

 

 


Petugas RS Panti Waluyo melakukan skrining calon peserta vaksinasi, Kamis (14/1).

Petugas RS Panti Waluyo melakukan skrining calon peserta vaksinasi, Kamis (14/1). (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news