alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Klaster Hajatan di Karanganyar Merajalela, Temukan Puluhan Kasus Baru

15 Januari 2021, 12: 07: 41 WIB | editor : Perdana

Satpol PP tegur acara hajatan di Kecamatan Karangpandan, pekan lalu.

Satpol PP tegur acara hajatan di Kecamatan Karangpandan, pekan lalu. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR– Minimnya kesadaran masyarakat mematuhi instruksi bupati terkait tata cara hajatan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19. Terbukti, hasil tracing acara hajatan di dua kecamatan ditemukan puluhan pasien baru.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar Purwati menjelaskan, dua acara hajatan di Kecamatan Jumantono dan Kerjo menjadi klaster baru penularan Covid-19 di Karanganyar. Sumber penularannya diduga dari pasangan pengantin dan tamu.

”Hasil pelacakan kemarin kami mendeteksi 25 orang kontak erat klaster hajatan di Kecamatan Jumantono. Hasil swab menyatakan 19 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan yang di Kecamatan Kerjo ada tujuh orang terkonfirmasi positif Covid-19 juga,” terang Purwati.

Pihaknya mengimbau acara hajatan menerapkan sistem banyu mili dalam menjamu tamunya. Hal itu sesuai dengan Instruksi Bupati Nomor 180/2 Tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk mencegah penularan Covid-19 di Kabupaten Karanganyar. Selain itu, pihaknya telah mengusulkan kepada bupati untuk memberi instruksi secara tegas agar hajatan dibatasi terlebih dulu.

”Kami sudah menyampaikan dan mengusulkan ke beliau Pak bupati agar hajatan ditunda terlebih dahulu. Atau jika tetap digelar bisa menerapkan banyu mili dalam menjamu tamu yang hadir,” imbuhnya.

Di sisi lain, Bupati Karanganyar Juliyatmono menerima usulan tersebut. Saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Tim Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Karanganyar. Mulai dari TNI, Polri, dan satpol PP untuk mengawasi setiap wilayah.

”Iya ada laporan itu, makanya kami minta tim satgas tingkat kecamatan dan desa untuk melakukan pemantauan. Tolong yang belum melaksanakan hajatan untuk ditunda terlebih dahulu. Kalau ada yang sudah menentukan tanggal di saat PPKM ini, tolong melaksanakan imbauan dari pemerintah, yakni banyu mili. Kemudian jangan ada kursi, datang jagong dan pulang. Untuk bawaannya langsung dikasih tas plastik. Hindari kontak erat,” tegas bupati.

Sementara itu, perkembangan kasus Covid-19 di Bumi Intanpari kembali melesat naik. Hingga kemarin, tercatat 500 orang positif Covid-19. Sebanyak 285 orang di antaranya menjalani isolasi mandiri, 242 menjalani rawat inap. Sejauh ini sudah 175 orang meninggal akibat Covid-19 sejak awal pandemi Maret 2020 silam. (rud/adi/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news