alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

5 Anak Punk Aniaya Pemuda Mojosongo, Berdalih Demi Solidaritas

15 Januari 2021, 12: 19: 43 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.com)

Share this      

SOLO - Sedikitnya lima pemuda asal Karanganyar yang menjuluki dirinya anak punk nekat melakukan aksi penganiayaan di depan Taman Satwa Taru Jurug, Rabu (6/1) pekan lalu. Aksi main hakim sendiri ini dilatarbelakangi dendam terhadap FA,24, warga Mojosongo, Kecamatan Jebres.

Anang David Efendi, 19, salah seorang pelaku mengatakan, amarah mereka ini dilatarbelakangi karena ada salah seorang rekan mereka beriniskal OK  yang menjadi korban pengoroyokan dan penusukan di kawasan Karanganyar, Desember lalu. Hal terserbut membuat rekan mereka harus diopname dirumah sakit selama beberapa hari.

Setelah mencari informasi, mereka menduga FA yang menjadi pelaku penusukan tersebut. Atas nama solidaritas, mereka mencari keberadaan FA yang diketahui merupakan warga Kota Benvawan.

Anang bersama keempat kawanya, antara lain Hadi Pradika, 23; Yusuf Abdul Laksamana, 22; Fajar Pamungkas, 23; dan Fajar Nugroho,19, menunggu di kawasan Solo Techno Park sekitar pukul 23.00. Mereka menunggu kehadiran FA.

"Orangnya langsung datang sama temannya naik motor," kata Anang.

FA langsung ditanyai oleh para pelaku, apakah benar melakukan penusukan. Namun belum sempat menjawab, pelaku Anang yang naik pitam langsung memukul korban. Korban juga dibawa ke kawasan Jurug.

Proses penganiayaan ini kembali dilanjutkan. Pukulan dengan tangan kosong, tendangan, hingga pemukulan menggunakan helm ditujukan ke tubuh korban. Dihujani pukulan dan tendangan, membuat tubuh korban terkapar di pinggir jalan. Melihat korbannya sudah tak berdaya, kelima pelaku lantas meninggalkan tubuh korban

Apakah kasus penusukam rekannya sudah dilaporkan pihak yang berwajib? Anang mengakui kalau kasus tersebut masih dalam penanganan Polres Karanganyar. Namun dia kurang mengetahui terkait perkembangan kasus tersebut.

"Yang jelas, kami tidak terima dengan yang terjadi dengan rekan kami," ucap dia.

Kapolsek Jebres Kompol Suharmono mengatakan, kejadian yang menimpa FA terungkap setelah ada warga yang membuat laporan ada korban aksi penganiayaan di sekitar TSTJ. Selang 10 menit setelah kejadian, anggota langsung mengecek kelokasi. 

"Setelah sampai, benar kami lihat ada pemuda yang dalam kondisi babak belur dan luka robek di bagian kepala. Setelah itu, korban dibawa menggunakan mobil patroli ke (RSUD) Dr Moewardi," kata kapolsek.

Di saat yang sama, pihak berwajib juga melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi di lapangan. Ada salah seorang warga yang ternyata mengetahui ciri-ciri para pelaku. Mendapat info tersebut, anggota langsung melakukan penyisiran. Ternyata kelima pelaku masih berada di sekitaran lokasi.

"Saat ditanya, mereka mengakui kalau melakukan penganiayaan terhadap korban," katanya.

Sejumlah sepeda motor milik pelaku juga diamankan sebagai barang bukti. Sementara para pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

"Untuk korban tidak mengalami luka serius. Setelah mendapat perawatan, langsung diperbolehkan pulang oleh rumah sakit dan langsung memberikan keterangan di polsek," katanya. (atn/ria)


(rs/atn/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news